Polisi sebut evakuasi korban gempa Palu terhambat karena kekurangan alat berat
Merdeka.com - Gempa berkekuatan 7,4 SR yang terjadi di Kota Palu dan Kabupaten Donggala telah merusak jalan dan fasilitas umum lain. Pemerintah dan pihak terkait berupaya mengevakuasi korban yang tertimbun reruntuhan bangunan.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan petugas kekurangan alat berat untuk membantu proses evakuasi. Sementara, alat berat di Kota Palu sangat terbatas.
"Peralatan sangat terbatas. Diutamakan alat berat untuk evakuasi korban di reruntuhan," kata Dedi saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (29/9/2018).
Berdasarkan laporan yang diterima, Dedi memperkirakan masih ada korban yang belum dievakuasi dari reruntuhan bangunan.
Kemudian, seluruh rumah sakit yang ada di Palu kondisinya memprihantinkan. Masyarakat juga membutuhkan listrik dan pasokan air bersih.
Pemerintah tengah berupaya mengirimkan seluruh bantuan untuk warga terdampak gempa.
"Rumah sakit lumpuh semua. Bahan makanan, obat-obatan, penerangan, sama alat berat itu yang diutamakan," ucap Dedi.
Reporter: Hanz Salim
Sumber : Liputan6.com
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya