Polisi periksa tiga pria diduga pemerkosa penjual kopi di Buleleng
Merdeka.com - Kepolisian Sektor Gerogak di Buleleng terus mendalami kasus dugaan perkosaan yang dialami penjual kopi berinisial DM (17). Dalam laporannya, DM mengaku diperkosa secara bergilir tiga pria yang selama ini sebagai pelanggan beli kopi seduhnya.
Sayangnya Polisi belum bisa menetapkan 3 pria masing-masing, Ibrahim, Rizal dan Hilal sebagai tersangka. Kendati ketiganya sudah ditahan namun saat diperiksa membantah tuduhan atas laporan dari DM.
"Kita baru baru melakukan pemeriksaan sementara. Saat ini baru keterangan dari pelapor. Ketiga orang yang dilaporkan sudah kita tahan namun membantah tuduhan pemerkosaan," kata Kapolsek Gerogak, Kompol Gusti Alit Putra, Jumat (7/4).
Menurutnya saat ini pendalaman kasus ini tergantung pada hasil visum dari korban. "Kita masih tunggu hasil visum. Kalau ternyata tidak menunjukkan hasilnya seperti yang dilaporkan, terpaksa ketiga pria ini kita lepas," akunya.
Di sisi lain informasi yang di dapat sumber di Polsek Gerogak Buleleng, Ibrahim justru mengakui sudah melakukan hubungan intim dengan DM. Hanya saja hubungan intim dilakukan sehari sebelum peristiwa dilaporkan oleh korban.
"Saat hari raya Galungan, Ibrahim dan DM melakukan hubungan intim. Pengakuan Ibrahim suka sama suka. Esoknya mereka bertiga datang lagi namun pengakuan hanya ngopi tidak tindakan seperti yang dilaporkan korban," pungkas salah seorang anggota di Polsek Gerogak.
Sebelumnya diberitakan, ramai pedagang kopi cantik atau akrab disapa dakocan di Bali, justru jadi bencana buat MD. Kemolekannya sebagai pedagang kopi mengundang tiga pria yang bertandang ke warungnya dan memerkosa secara bergilir di kamar mandi.
Remaja 17 tahun ini mengaku tak berdaya lantaran kedua tangan dipegangi dan mulutnya disumpal. Atas apa yang dialaminya, MD dengan diantar warga melapor ke Polsek Gerogak, Kabupaten Buleleng, Bali.
Dari penuturannya, Kamis (6/4) sekira pukul 14.40 WITA, Junaidi alias Ibrahim bersama Rizal Romadhon dan Hilal yang merupakan pelanggan tetap minum kopi datang seperti biasanya. Korban yang tidak menyadari niat jahat dari ketiga pelanggannya ini, saat membuat kopi di dapur tiba-tiba langsung di rangkul.
"Saya digotong. Kaki tangan saya dipegangi, mulut saya di tutup. Saya dibawa ke kamar mandi, mereka gantian perkosa saya," aku MD tertuang dalam laporannya di Mapolsek Gerogak.
Diingatnya bahwa saat awal, Ibrahim yang melakukan dengan membuka paksa celananya. Sementara kedua temannya memegangi dari belakang.
"Mata saya ditutupi dengan kain. Saya tidak bisa teriak," akunya saat itu terus meronta menangis tetapi ketiga pelaku dirasakannya secara bergantian menyetubuhinya.
Bahkan setelah semua nasfu pelaku terpuaskan, korban ditinggalkan di kamar mandi dalam keadaan terkunci. Syukurnya teriakan korban ada yang mendengarkan dan langsung diantar warga untuk melaporkan apa yang dialaminya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya