Polisi Periksa Saksi dan 3 Ahli Terkait Kasus Penghinaan Wali Kota Surabaya

Selasa, 28 Januari 2020 23:12 Reporter : Erwin Yohanes
Polisi Periksa Saksi dan 3 Ahli Terkait Kasus Penghinaan Wali Kota Surabaya Megawati Lantik Risma. ©2019 Liputan6.com/JohanTallo

Merdeka.com - Kasus penghinaan kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ditindaklanjuti polisi. Tiga ahli dan sejumlah saksi pendukung pun dimintai keterangan terkait kasus tersebut.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan ahli. Hal ini dilakukan untuk memperkuat dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh akun Facebook Zikria Dzatil.

"Untuk saksi yang diperiksa dari masyarakat, LSM dan saksi ahli untuk menyatakan bahwa kata-kata (akun FB Zikria Dzatil) itu bisa menjadi ujaran kebencian," tegasnya, Selasa (28/1).

Dia menambahkan, ada tiga ahli dengan keahlian berbeda yang dimintai keterangan. Di antaranya ahli bahasa, ahli pidana dan ahli informasi dan transaksi elektronik (ITE).

"Apakah kata-kata itu masuk dari bagian menjadi fitnah, ahli bahasa yang akan menentukan. Kami sudah mencoba untuk berkoordinasi dengan ahli bahasa, dan ahli ITE, serta ahli pidana," tukasnya.

Dengan keterangan para ahli ini, polisi memastikan bahwa perbuatan yang dilakukan pemilik akun tersebut termasuk bagian dari tindak pidana.

"Yang jelas kita akan cepat prosesnya, memberikan kepastian hukum kepada masyarakat apalagi ini yang dilecehkan di media sosial adalah Wali Kota Surabaya," tambahnya.

Sebelumnya, Risma melalui Kepala Bagian (Kabag) Hukum melaporkan akun Facebook Zikria Dzatil ke polisi, Selasa (21/1).

Laporan terhadap akun yang diduga melakukan penghinaan itu dibuat Kabag Hukum Pemkot Surabaya, Ira Tursilowati, sebagai penerima kuasa resmi dari Wali Kota Risma.

"Laporan resmi 21 Januari lalu. Pelapornya adalah Kabag Hukum Pemkot (Surabaya), yang menerima kuasa dari Ibu Wali Kota," ujarnya, Jumat (24/1).

Dalam kasus ini, polisi telah mengantongi bukti screenshoot terkait dengan postingan ujaran penghinaan. Akun tersebut diduga telah dua kali memposting foto Risma disertai dengan teks.

"Anjirrrrr.... Asli ngakak abis...nemu nih foto sang legendaris kodok betina," demikian tertulis dalam postingan akun tersebut.

Polisi kini tengah menelusuri akun Zikria Dzatil, lantaran sehari setelah memposting, akun tersebut langsung dihapus sang pemilik.

"Akun itu memang sudah tidak aktif sehari setelah mem-posting. Tapi ini tetap kita lakukan penyelidikan," tegasnya. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini