Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polisi Periksa CEO dan COO Liga Indonesia Terkait Pengaturan Skor

Polisi Periksa CEO dan COO Liga Indonesia Terkait Pengaturan Skor Polisi Periksa CEO dan COO PT Liga Indonesia Baru terkait Pengaturan Skor. ©2019 Merdeka.com/Ronald Chaniago

Merdeka.com - Tim Satgas Mafia Bola memeriksa CEO PT Liga Indonesia Baru (LIB) Risha Adi Wijaya dan COO PT LIB Tigor Salam Boboy. Keduanya diperiksa sebagai saksi kasus pengaturan skor dengan tersangka Vigit Waluyo.

Usai menjalani pemeriksaan, Risha mengaku dicecar puluhan pertanyaan terkait pengelolaan anggaran PT LIB dan operasional operator liga tersebut. Dia juga ditanya soal penghilangan barang bukti skandal pengaturan skor.

"Sekitar ditanya 21 pertanyaan, terkait penghilangan bukti terkait laporan Vigit ya, soal Liga 2 khususnya di mana hari ini lebih condong membahas dari sisi anggaran LIB dan sisi operasional LIB," kata Risha usai diperiksa di Polda Metro Jaya, Selasa (19/2).

Dalam pemeriksaan itu, dia menjelaskan detail hubungan LIB dengan Vigit. Selain itu, penyidik juga menanyakan anggaran pada musim 2018. Dia berharap kasus ini cepat selesai dan sepak bola Indonesia lebih baik.

"Semuanya tadi kan seperti yang saya sampaikan hari ini pertanyaannya berpusat pada pengelolaan anggaran, kemudian dana didapat dari mana, dikelola seperti apa, itu yang ditanyakan termasuk operasionalnya dari kompetisi itu sendiri," kata Risha.

Diberitakan sebelumnya, Satgas Antimafia Bola Polri akhirnya mendapatkan lampu hijau dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) untuk memeriksa Vigit Waluyo sebagai tersangka skandal pengaturan skor. Vigit sendiri tengah mendekam di Lapas Sidoarjo, Jawa Timur sebagai terpidana kasus korupsi PDAM.

"Tim Satgas Antimafia Bola sudah bertolak ke Surabaya untuk pemeriksaan saudara VW di Lapas Sidoarjo. Kalau tidak selesai hari ini, tim akan minta izin memeriksa besoknya," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di kantornya, Jakarta, Selasa (22/1).

Saat ini, kata Dedi, Satgas Antimafia Bola tengah fokus mengusut match fixing atau pengaturan skor di kasta Liga 3 dan Liga 2. Laporan manajer Persibara, Lasmi Indaryani, menjadi pintu masuk polisi mengusut pengaturan skor di Liga 3.

"Ketika VW diperiksa ini untuk masuk pintu Liga 2. Ini sudah mulai agak menjadi ranah Satgas Antimafia Bola," tuturnya.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP