Polisi pasang baliho nenek senyum di jalur rawan kecelakaan Jatim

Minggu, 7 Mei 2017 02:27 Reporter : Budi Widayat
Polisi pasang baliho nenek senyum di jalur rawan kecelakaan Jatim Polisi pasang baliho nenek senyum di jalur rawan kecelakaan Jatim. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Mojokerto bersama Dinas Perhubungan Provinsi Jatim, dan Instansi terkait serta para relawan, melakukan survei jalur mudik dan balik Lebaran 2017. Salah satu ruas jalan yang paling diwaspadai rawan kecelakaan yakni sepanjang jalur alternatif dari Batu, Malang sampai Mojokerto di kawasan Cangar.

Di jalur alternatif Batu-Mojokerto, (jalur Cangar) paling sering terjadi kecelakaan lalu lintas. Di sepanjang jalan ini banyak titik tanjakan, dan turunan sangat tajam. Petugas memasang sejumlah baliho unik bergambar nenek tersenyum dan kelihatan giginya tinggal satu. Di atas gambar ada tulisaan "Demi Keselamatan, Gunakan gigi 1", dan dipasang di tanjakan kawasan Sendi, Pacet.

"Kita memakai gambar yang unik supaya menarik perhatian para pengendara yang melintas, pesan yang kita sampaikan ke pengguna jalan, supaya lebih berhati-hati dan menggunakan gigi satu saat melintasi tanjakan dan turunan tajam," kata Kasatlantas Polres Mojokerto AKP Wikha Ardilestanto, Sabtu (6/5).

Menurut AKP Wikha, dari analisa yang dilakukan jalur alternatif Mojokerto-Batu, masih diminati masyarakat saat mudik dan balik Lebaran nanti, untuk menghindari kemacetan di jalur Gempol-Malang.

polisi pasang baliho nenek senyum di jalur rawan kecelakaan jatim

Polisi pasang baliho nenek senyum di jalur rawan kecelakaan Jatim ©2017 Merdeka.com

"Diprediksi jalur ini masih jadi pilihan masyarakat saat arus mudik dan balik Lebaran nanti. Sehingga perlu berbagai upaya antisipasi laka lantas. Salah satunya dengan banyak memasang tulisan maupun gambar imbauan, waspada dan hati hati di titik rawan laka," jelas Wikha.

Rest area juga disediakan di beberpa titik, supaya pengendara bisa beristirahat dan mendinginkan mesin kendaraan supaya tidak mengalami gangguan atau kerusakan.

"Rata rata kecelakaan yang beberpa kali terjadi, kendaraan mengalami gangguan rem (rem blong), karena terlalu dipaksakan perjalanan jarak jauh. Kita sediakan tempat istirahat terutama di tanjakan dan turunan tajam yang jaraknya panjang," tambah Wikha.

Masih menurut Wikha, menjelang arus mudik dan balik Lebaran yang kurang dari 2 bulan ini koordinasi terus dilakukan dengan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Daerah Kabupaten Mojokerto, Instansi terkait dan para relawan. Selain jalur alternatif Mojokerto-Batuyang diwaspadai, jalur Nasional By Pass, serta Jalur Provinsi Mojosari-Gempol Pasuruan, juga rawan laka dan kemacetan.

Sementara Heru, seorang pengendara yang kebetulan melintas di jalur alternatif Cangar mengaku sangat terbantu dengan adanya tambahan baliho himbauan yang dipasang. Selama ini rambu yang ada sangat minim, terutama di jalan tanjakan dan turunan tajam.

"Saya sering lewat sini, dengan adanya baliho ini, saya lebih tahu jalan yang berbahaya dan bisa lebih berhati hati dengan mengurangi kecepatan kendaraan saya," katanya.

Baca juga:
Cek jalur mudik, Kakorlantas pantau pembangunan flyover Dermoleng
Belum rampung, Tol Soker tetap bisa dilalui kendaraan mudik lebaran
Persiapan mudik Lebaran, Tol Brexit jadi perhatian Menhub Budi Karya

Mudik tahun ini, rute Merak sampai Semarang bisa ditempuh pakai tol

Cegah macet parah terulang, Kemenhub batasi mobil keluar tol Brexit

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Jalur Mudik
  3. Surabaya
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini