Polisi Minta Keterangan Dua Pemuda Korban Penembakan di Makassar
Merdeka.com - Polda Sulawesi Selatan terus mendalami kasus penembakan anggota polisi terhadap tiga pemuda yang menyebabkan salah satu korbannya atas nama Anjas (23) meninggal dunia. Dua rekan Anjas yang selamat, Ammar (18) dan Iqbal (22) sudah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Kedua pemuda ini tertembak di bagian kaki pada Minggu (30/8) malam di Jl Barukang, Kelurahan Pattinggaloang, Kecamatan Ujung Tanah, Makassar.
"Alhamdulillah dua korban tersebut sudah baikan sehingga bisa pulang ke rumah. Lalu kita koordinasi dengan Bhabinkamtibmas menanyakan apakah kedua korban ini bisa dimintai keterangan di rumahnya atau tidak dan ternyata bisa," kata Kabid Propam Polda Sulsel, Kombes Pol Agoeng Kurniawan, Rabu (2/9).
Hari ini, dua polisi sudah mendatangi rumah keduanya untuk dimintai keterangan mengenai kejadian malam itu.
"Di antaranya kita mau tahu soal keberadaan keduanya di lokasi di malam kejadian itu," kata sambung Agung.
Ditemui terpisah, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo, tidak banyak memberikan keterangan baru terkait kasus itu. Dia hanya mengungkap kembali soal kejadian penyerangan dan pengeroyokan terhadap anggota polisi di lokasi kejadian sebagai pemicu keluarnya tembakan dan mengenai kaki korban.
Sampai saat ini, jumlah polisi yang diperiksa sebanyak 16 orang.
"Belum ada tambahan jumlah anggota polisi yang diperiksa, masih 16 orang dan ada 10 senpi yang disita. Selain itu, ada juga warga yang diperiksa sebanyak 4 orang, belum ada tambahan. Mereka ini terkait tindakan penyerangan dan pengeroyokan terhadap anggota polisi saat melakukan penyelidikan kasus lain di lokasi kejadian itu," jelas Ibrahim.
Sebelumnya diberitakan, Ibrahim Tompo menjelaskan peristiwa itu dilatarbelakangi upaya pembelaan diri anggota polisi karena warga melakukan tindakan pengeroyokan menggunakan batu, kayu, besi dan tangan. Anggota polisi itu berada di lokasi dalam rangka melakukan penyelidikan kasus pengeroyokan yang terjadi pada Rabu (26/8).
Saat itu, kata dia, personel polisi bertanya rumah salah seorang pelaku pengeroyokan namun tidak direspons baik oleh warga. Kemudian ada rentetan kejadian penyerangan dan pengeroyokan terhadap anggota polisi di lokasi. Karena terdesak, mereka mengeluarkan penembakan, ada kena kaki juga kepala.
"Kami belum menerima hasil autopsi korban yang meninggal dunia ini," dalih Ibrahim Tompo. (mdk/lia)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya