Polisi Masih Kaji Kasus Ustaz Abdul Somad

Kamis, 22 Agustus 2019 20:07 Reporter : Merdeka
Polisi Masih Kaji Kasus Ustaz Abdul Somad Ustaz Abdul Somad di MUI. ©2019 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Merdeka.com - Polisi masih mendalami sejumlah laporan terhadap Ustaz Abdul Somad (UAS). Ada beberapa kelompok masyarakat mempolisikan UAS atas kasus penistaan agama.

"Ada beberapa yang sudah dilaporkan di Bareskrim dan sedang ditangani, proses awalnya melakukan pengkajian pada laporan itu," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Kamis (22/8).

Asep menerangkan, polisi dalam menangani perkara ini mempertimbangkan sejumlah aspek. Ia pun menegaskan, tidak serta-merta laporan polisi tersebut langsung ditindaklanjuti.

"Polisi tidak cuma berlandaskan yuridis tetapi bagaimana sosiologis kita, perkembangan masyarakat, dan sebagainya. Intinya laporan polisi tersebut masih dalam pengkajian," katanya.

Sebelumnya, Ketua Bidang Infokom Majelis Ulama Indonesia (MUI), Masduki Baidlowi meminta supaya kasus ceramah Ustaz Abdul Somad (UAS) tidak diseret ke ranah hukum.

Ustaz Abdul Somad (UAS) enggan meminta maaf atas ceramahnya yang viral hingga adanya laporan ke polisi. Menurutnya, saat itu dirinya tengah memberikan kajian di Masjid An Nur, Pekanbaru 2016 lalu dan ia menjawab pertanyaan jemaah.

"Saya menjawab yang dua pertanyaan. Pertanyaan pertama, saya menjelaskan tentang akidah agama saya di tengah komunitas umat Islam di dalam rumah ibadah saya. Bahwa kemudian ada orang yang tersinggung dengan penjelasan saya, apakah saya mesti meminta maaf? kata UAS di Gedung MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (21/8)

UAS lalu menyinggung soal orang tak beriman yang mengatakan Allah itu tiga dalam satu, satu dalam tiga.

"Saya jelaskan itu di tengah umat Islam, otomatis orang luar yang mendengar itu tersinggung atau tidak? Tersinggung? Apakah perlu saya meminta maaf? Ajaran saya, kalau saya minta maaf berarti ayat itu mesti dibuang, ngawur begitu? Nauzubillah," kata UAS.

Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com [eko]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini