Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polisi kesulitan padamkan 50 hektar lahan gambut terbakar

Polisi kesulitan padamkan 50 hektar lahan gambut terbakar Pemadaman kebakaran hutan Riau. ©2015 merdeka.com/abdullah sani

Merdeka.com - Satuan Tugas Darat dari kepolisian mengalami kesulitan memadamkan lahan gambut seluas 50 hektare yang terbakar. Sumber air di Desa Telesung, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, sulit dicari.

"Kita kerahkan 25 orang personel polisi dibantu 1 anggota TNI, 3 ‎anggota BPBD, 9 orang Masyarakat Peduli Api, dan sejumlah warga. Lahannya karakter gambut dan terbakar sangat luas," ujar Kapolres Kep Meranti AKBP Barliyansah saat dikonfirmasi merdeka.com, Minggu (16/10).

Upaya pemadaman dilakukan dengan menggunakan peralatan seperti 2 unit mesin Robin dan 10 pompa racun api. Meski sudah menggunakan alat, petugas mengalami kesulitan lantaran debit air di sekitar lokasi sangat minim, dan peralatan yang kurang memadai.

"Selain itu, kendala kita juga karena tiupan angin yang kencang sehingga membuat lahan cepat terbakar dan menjalar," kata perwira menengah jebolan Akademi Kepolisian 1996 ini.

Meski demikian, petugas terus berusaha melakukan upaya pemadaman baik siang maupun malam hari. Kondisi terakhir, api di lokasi berangsur padam meski. Namun, api diperkirakan akan hidup kembali karena pengaruh tiupan angin yang kencang.

"Untuk mengantisipasinya, petugas di lapangan saat ini masih melakukan upaya pendinginan di lahan 50 hektare yang terbakar itu.

"Alhamdulillah di lokasi, tadi malam turun hujan deras semoga padam semua titik api yang ada," harap Barliyansah.

Meski berangsur padam karena dibantu hujan, petugas masih siaga di lapangan untuk mengantisipasi kebakaran susulan. Polisi juga melakukan monitoring dan patroli di daerah rawan kebakaran hutan dan lahan. (mdk/did)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP