Polisi imbau orang tua tak termakan isu hoax penculikan anak
Merdeka.com - Kepala Polres Sukabumi AKBP M Ngajib mengimbau kepada warga agar tidak terpengaruh isu-isu penculikan oleh sindikat penjual organ tubuh.
"Hingga saat ini kami belum menerima laporan adanya anak yang diculik, diduga isu penculikan tersebut disebar oleh orang tidak bertanggung jawab," katanya di Sukabumi, Minggu (26/3). Demikian dikutip Antara.
Menurut Kapolres, dugaan kasus penculikan yang korbannya ditemukan di Kecamatan Cikembar ternyata disebabkan faktor permasalahan keluarga. Kasus ini sudah ditangani Polres Sukabumi Kota karena tempat kejadiannya di wilayah kota.
Isu penculikan anak yang informasinya untuk diambil organ tubuhnya saat ini marak di media sosial, dan berita-berita hoax itu tujuannya untuk mengganggu rasa aman warga.
Namun polisi tetap melakukan antisipasi untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat khususnya yang mempunyai anak balita atau seusia sekolah dasar, seperti meningkatkan patroli dan mengerahkan petugas Babinkamtibmas.
Selain itu Polres Sukabumi juga menempatkan anggotanya di lokasi-lokasi rawan seperti di pusat pelayanan pendidikan, tempat bermain anak dan lokasi keramaian lainnya.
"Kami juga mengimbau warga agar memanfaatkan aplikasi panic button yang bisa diunduh atau download di telepon seluler berbasis android atau segera melapor ke petugas keamanan terdekat agar cepat ditangani," katanya.
Ngajib mengatakan walaupun berita penculikan anak tersebut masih sekedar isu tetapi warga harus tetap mewaspadainya khususnya yang mempunyai anak kecil seperti memantau tempat bermainnya dan mengantar serta menjemput anak sekolah.
Sementara, untuk antisipasi adanya kasus penculikan pihaknya menginstruksikan kepada sekolah agar menambah tenaga pengaman dan selalu memantau orang dewasa yang datang ke sekolahnya.
(mdk/ian)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya