Polisi gagalkan penyelundupan 1.460 liter BBM di Berau
Merdeka.com - Aparat Polsek Tabalar di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, menggagalkan penyelundupan 73 jerigen, masing-masing berisi 20 liter bensin premium atau sekitar 1.460 liter, diduga mengarah ke Kalimantan Utara. Penyelundupan itu diduga mengakibatkan kelangkaan premium di kabupaten Berau.
Keterangan diperoleh, upaya penyelundupan bensin premium itu, dilakukan Minggu (2/4) pagi kemarin, sekira pukul 03.30 Wita. Polisi menerima informasi, seorang warga tengah membawa banyak muatan jerigen, diduga berisi bensin.
"Dari keterangan yang didapatkan dari Polres Berau, informasi masyarakat itu, kemudian ditindaklanjuti dengan patroli Polsek Tabalar," kata Kabid Humas Polda Kalimantan Timur, Kombes Pol Ade Yaya Suryana, saat dikonfirmasi merdeka.com, Senin (3/4).
Ade menerangkan, aparat Polsek Tabalar, lantas mengendus mobil bak terbuka, yang membawa banyak jerigen itu, hingga akhirnya dihentikan di kawasan simpang tiga kampung Tubaan.
"Jadi, jerigen dimuat di atas mobil Hilux bernomor polisi KT 8496 GE. Petugas memeriksa, ada 73 jerigen berukuran 20 liter dan berisi premium. Sopir pembawa BBM itu tidak bisa menunjukkan dokumen angkutan, lalu dibawa ke Polsek Tabalar," ujar Ade.
"Saat ini masih diperiksa di Polres Berau. Petugas mendalami keterangan sang sopir, untuk keperluan pengembangan penyelidikan," sebut Ade.
Masih dijelaskan Ade, jajaran Polres Berau, sebelumnya memang telah menerima informasi adanya kelangkaan memperoleh BBM premium, di tengah masyarakat. Polisi lantas bergerak melakukan penyelidikan, mencari tahu dugaan penyalahgunaan BBM.
"Masyarakat sulit BBM, spekulan-spekulan itu berupaya mencari untung di tengah kesulitan warga dapat premium. Polri sebagai bagian dari masyarakat, bertugas untuk membantu memecahkan kesulitan masyarakat," tegasnya.
Polres Berau juga telah diperintahkan oleh Kapolres (AKBP Handoko), memantau aktivitas di setiap SPBU. Kalau ada oknum anggota Polri yang terbukti nekat membekingi penimbun BBM, tentunya sanksinya jelas, tindak tegas.
"Polri tengah berupaya bersih-bersih, menunjukkan memang kita harus berubah. Menyadari adanya tudingan-tudingan, bahwa Polri ini dan itu. Jelas, bahwa kalau ada pelanggar, ya polisi bersangkutan ditindak," demikian Ade. (mdk/ded)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya