Polisi dianiaya bandar narkoba hingga pendarahan saat menyamar
Merdeka.com - Brigadir Rizal Taufik babak belur ketika sedang melakukan penyamaran. Ia bersama beberapa rekannya tengah bertransaksi narkoba di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (5/1) malam.
Kasat Narkoba Polres Jakarta Barat AKBP Suhermanto mengatakan Brigadir Rizal mengalami luka di bagian kepala akibat pukulan benda tumpul.
"Lukanya retak di kepala bagian depan atau dahi dan pendarahan otak bagian belakang," ujar Suhermanto dalam pesan singkatnya, Sabtu (6/1).
Suherman menjelaskan saat itu tim Reserse Narkoba Polres Jakarta Barat berupaya membekuk bandar narkoba. Tim melakukan penyamaran dengan berpura-pura sebagai pembeli.
"Sebelumnya anggota sudah melakukan konsolidasi dengan pospol setempat. Itu sekitar pukul 18.00 Wib," jelas Suhermanto.
Akhirnya, disepakati Brigadir Rizal dan rekannya menuju lokasi, tepatnya di pinggir rel kereta api. "Sementara sisa personel menunggu aba-aba dari Brigadir Rizal di seberang rel kereta untuk melakukan penindakan," bebernya.
"Beberapa saat kemudian terdengar tembakan peringatan Sebanyak satu kali dari Brigadir Rizal Taufik, kemudian tim sesegera mungkin menuju TKP," tuturnya.
Sesampainya, di TKP anggota sudah menemukan korban tergelak bawah tangga salah satu rumah di kawasan tersebut.
"Tim membawa korban ke rumah sakit terdekat. Dan saat ini tengah dilakukan perawatan," ucapnya.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya