Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polisi buru satu pembobol brankas PDAM Makassar berisi Rp 1,2 miliar

Polisi buru satu pembobol brankas PDAM Makassar berisi Rp 1,2 miliar Pelaku pencurian uang berangkas kantor PDAM. ©2017 merdeka.com/salviah ika padmasari

Merdeka.com - Tiga dari empat orang pembobol brankas milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Makassar berisi uang Rp 1,2 miliar diringkus jajaran Satuan Reskrim Polrestabes Makassar. Awalnya yang tertangkap adalah Muhammad Tuanaya (42), residivis asal Maluku Tengah, kemudian Muhammad Iwan (34), warga Makassar, juga residivis. Dan terakhir, Asri yang baru saja tertangkap di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu lalu (5/8). Dengan demikian, sisa satu lagi pelaku masih buron.

"Kita masih melakukan pengejaran terhadap satu lagi pelaku pembobol berangkas di ruang keuangan kantor PDAM Makassar itu. Namanya Kamajaya, perannya dia menjaga, memantau situasi di luar ruangan saat Muhammad Tuanaya dan Muhammad Iwan beraksi di lantai dua merusak pintu ruangan dan lemari brankas," kata AKBP Anwar Hasan, Kepala Satuan Reskrim Polrestabes Makassar saat dikonfirmasi, Kamis (10/8).

Dia mengatakan, uang Rp 1,2 miliar yang dibawa kabur komplotan residivis ini mereka bagi empat. Saat penangkapan pertama di Desa Tial, Maluku Tengah, yakni Muhammad Tianaya dan Muhammad Iwan di Makassar, disita uang Rp 253 juta.

Di antaranya ada yang ditarik dari rekening istri Muhammad Tianaya sebesar Rp 200 juta. Selebihnya, kedua pelaku ini gunakan untuk foya-foya dan bayar utang karena dalam melakukan aksinya mereka berani berutang dulu antara lain untuk beli tiket Muhammad Tuanaya dari Ambon menuju Makassar untuk menjalankan aksi maling orderan dari Muhammad Iwan yang ada di Makassar.

Hasil interogasi sementara dari Asri, kata Anwar Hasan, sebagian dari jatahnya senilai Rp 80 juta dia berikan ke Muhammad Iwan di Makassar untuk dibelikan motor. Itulah motor Ninja RR 125 yang sempat disita di rumah Muhammad Iwan saat digerebek.

Ketika didesak adanya kemungkinan orang internal PDAM Makassar yang terlibat dalam aksi pembobolan berangkas tersebut karena dengan mudah menembus pengamanan patroli sekuriti yang berlangsung tiap jam itu, Anwar menegaskan tidak ada orang internal yang terlibat.

Adapun Haris Yasin Limpo selaku Dirut PDAM Makassar saat dikonfirmasi juga soal ini, tidak ingin berspekulasi soal adanya orang internalnya dia yang terlibat. Penanganan sepenuhnya dia berikan ke pihak kepolisian.

Tiba-tiba masih dalam pekan yang sama usai dibobol itu, ruang pengawasan internal di gedung sebelahnya terbakar. Antara lain yang terbakar adalah kamera CCTV, komputer dan lemari-lemari dalam ruangan. Beberapa hari kemudian, penyidik berhasil menangkap pelaku dan membawa sebagian uang hasil rampokan yang disita dari pelaku.

Alhasil, saat HUT ke-92 PDAM Makassar di kantor PDAM Makassar, Jalan Sam Ratulangi, Polrestabes Makassar mendapat penghargaan karena dinilai cepat mengungkap kasus pembobolan brankas itu. Penghargaan diterima langsung oleh Kapolrestabes Makassar, Kombes Polisi Endi Sutendi yang diserahkan langsung oleh wali kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP