Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polisi buru penembak petasan yang tewaskan suporter Timnas ke Jateng

Polisi buru penembak petasan yang tewaskan suporter Timnas ke Jateng Suporter klub sepakbola di Mesir mengamuk. ©REUTERS/Amr Abdallah Dalsh

Merdeka.com - Penyidik Polres Metro Bekasi Kota bertolak ke Jawa Tengah untuk melakukan penyelidikan terkait tewasnya suporter Timnas Indonesia, Catur Juliantono. Pria 32 tahun tersebut tewas terkena petasan flare ketika menyaksikan pertandingan Timnas Indonesia melawan Timnas Fiji di Stadion Patriot, Bekasi, kemarin.

Kasubag Humas Polres Metro Bekasi, Kompol Erna Ruswing Andari mengatakan, berdasarkan hasil keterangan saksi, bahwa petasan flare tersebut berasal dari kursi 2 D berwarna hijau di belakang gawang atau tribu selatan.

"Dugaan pelaku berasal dari kelompok pendukung Timnas asal Jawa Tengah," kata Erna dalam keterangan tertulisnya, Minggu (3/9) malam.

Karena itu, kata dia, penyidik sore tadi berangkat ke Solo, Jawa Tengah untuk mencari pelaku melalui koordinasi dengan Ketua Pasoepati pendukung Persis Solo.

Laga persahabatan antara Timnas Indonesia melawan Timnas Fiji memakan korban. Dalam pertandingan yang berakhir 0-0 tersebut, seorang pendukung Timnas Indonesia, Catur Juliantono terkapar di tribun timur, karena tertembak petasan flare seusai pertandingan.

Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Keluarga, Bekasi Barat. Namun, nyawa pendukung fanatik Timnas Indonesia tersebut tak tertolong. Otoritas sepak bola Indonesia menyatakan bertanggung jawab dalam insiden tersebut.

Dari kasus itu, polisi menyita barang bukti berupa Cassing Hand Flare dan Pengaman Rocket Flare yang ditemukan di tribun selatan, dan Pipa Rocket Flare (lokasi korban) ditemukan di tribun timur. (mdk/did)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP