Polisi Belum Bisa Temukan Penyebar Selebaran Provokatif di Bali
Merdeka.com - Kapolda Bali Irjen Petrus Reinhard Golose menyampaikan, akan tetap meminta untuk menyelidiki dan mengusut pelaku penyebaran selembaran provokatif dengan kata-kata menjarah Bali, beberapa hari lalu.
"Kita tetap melakukan penyelidikan. Tetapi seperti yang saya katakan orang coba untuk memprovokasi Bali. Bali sekarang dalam keadaan sulit, kita lihat tingkat ekonomi dari minus 11, sekarang minus 10," kata Petrus, saat usai memantau jalannya unjuk rasa di depan Kampus Universitas Udayana, Kamis (22/10).
Ia juga menyampaikan, saat ini Bali memiliki sejumlah permasalahan terutama Covid-19. Kendati, angka kesembuhan sudah mulai naik.
"Tetapi yang paling saya yakinkan untuk dijaga adalah keselamatan rakyat, keselamatan masyarakat. Jadi, bukan bagaimana kita untuk mencari pelaku dan tetap kita usut dan tetap kita pantau, kita juga monitor dalam kegiatan. Tetapi, selama tujuannya memprovokasi dan menyebarkan rasa ketakutan, itu tidak membuat gentar saya," ujarnya.
Ia juga menyampaikan, terimakasih kepada masyarakat dan para pengunjuk rasa yang telah membubarkan diri sesuai aturan. Kemudian, juga tidak terprovokasi dengan adanya edaran-edaran tak bertanggung jawab.
"Saya juga terimakasih kepada pengunjuk rasa bahwa mereka sudah membubarkan diri sesuai dengan aturan sebelum jam 6 sore," ujarnya.
Sementara, di tempat yang sama Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Syamsi menerangkan, bahwa pihaknya belum menemukan siapa membuat selembaran berisi imbauan penjarahan yang ditempel di sejumlah sudut Kota Denpasar. Selain itu, belum ada satu pihak pun yang dicurigai membuat selembaran itu. Sehingga, polisi belum ada saksi yang bisa diperiksa.
"Kita bukan bicara curiga-curiga. Kita bicara fakta. Belum ada (saksi). Karena itu sudah terpasang. Kita istilahnya belum ketemu," ujar Syamsi.
Selain itu, pihaknya juga sudah mengklarifikasi Aliansi Bali Tidak Diam dan mereka tak pernah membuat selembaran provokasi itu. Kemudian, untuk di sekitar penempelan selembaran pihaknya tak menemukan CCTV terdekat.
"Dari pihak mereka sudah diklarifikasi tak ada. Ternyata bukan mereka yang buat.Tidak ada CCTV kita tidak temukan," ujar Syamsi.
Seperti diberitakan, sebuah selembaran bertuliskan kata-kata provokatif tertempel di tiang listrik di depan Kantor DPD Partai Demokrat Provinsi Bali, Jalan Ir Juanda, Renon, Kota Denpasar, Bali, Rabu (21/10).
Selembar itu bertuliskan, "Aksi Nasional Bergerak Bersama Batalkan Omnibuslaw. Bersama Rakyat Bali Bergerak Mari Kita Kumpul Untuk Melakukan Aksi Unjuk Rasa Terhadap Pemerintah, Serang Hancurkan, Jarah dan Bakar".
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya