Polemik Pengelolaan BST, Pemkot Solo Putus Kerjasama Dengan Damri

Kamis, 7 Februari 2019 00:15 Reporter : Arie Sunaryo
Polemik Pengelolaan BST, Pemkot Solo Putus Kerjasama Dengan Damri Batik Solo Trans. ©2013 kaskus.co.id

Merdeka.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memutuskan kerjasama pengelolaan koridor 1 Batik Solo Trans (BST) dengan Perum Damri. Mulai hari ini, Rabu (6/2) Perum Damri tak lagi mengoperasikan BST rute Terminal Palur-Terminal Kartasura-Bandara Internasional Adisoemarmo PP.

Sebagai gantinya, Pemkot memutuskan untuk mengalihkan pengelolaan jalur bus tersebut kepada konsorsium PT Bengawan Solo Trans (BST). Pemutusan kerjasama tersebut dipicu kekesalan atas sikap Perum Damri yang dinilai mengingkari kesepakatan awal. Yakni bersedia mengelola koridor 4 tanpa dukungan subsidi sebelum mengoperasikan koridor 1 dengan sokongan subsidi.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Hari Prihatno membenarkan hal tersebut. Terhitung mulai hari ini, Bengawan Solo Trans resmi menjadi operator koridor 1.

"Jadi mulai hari ini Damri sudah tidak melayani Koridor 1 sama sekali," ujar Hari.

Dia menjelaskan, pengalihan pengelolaan Koridor 1 BST tersebut adalah buntut polemik antara Pemkot dan Damri terkait operasional Koridor 4. Polemik tersebut mencuat sejak tahun lalu usai Damri menolak mengelola koridor 4 tanpa subsidi operasional dari Pemkot.

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu khawatir merugi, karena koridor 1 merupakan trayek Rintisan. Atas sikap tersebut, Pemkot menyikapinya dengan alih kelola dari Damri kepada PT Bengawan Solo Trans.

"Damri kami anggap telah menyalahi kesepakatan awal. Yakni kalau Damri akan mengelola Koridor 1 dan 4, sementara PT Bengawan Solo Trans mengelola Koridor 2 dan 3. Kalau Damri menolak mengelola Koridor 4, ya sekalian saja Koridor 1 dilepaskan," tandasnya.

Ia juga mengaku, sudah terlalu lama menunggu keputusan resmi dari manajemen Damri terkait pengelolaan dua koridor tersebut.

Direktur PT Bengawan Solo Trans, Farida Wardhatul Jannah, membenarkan perihal alih kelola koridor 1 tersebut. Ia juga menyanggupi untuk mengelola Koridor 4 BST, yang disebut Pemkot menjadi satu paket pengelolaan angkutan umum massal tersebut.

"Kami menyanggupi pengelolaan Koridor 1. Mulai pukul 05.00 tadi kami operasikan dulu tujuh bus, nanti secara bertahap armadanya akan ditambah, sehingga nanti jumlah total bus yang beroperasi di Koridor 1 adalah 15 unit," jelasnya.

Terpisah, Manajer Umum Perum Damri Solo, Sentot Bagus Santoso enggan berkomentar banyak terkait pencabutan pengelolaan Koridor 1 BST tersebut. Menurutnya, alih kelola koridor 1 itu sepenuhnya menjadi kewenangan Pemkot. [fik]

Topik berita Terkait:
  1. Transportasi Umum
  2. Solo
  3. Surakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini