PNS Kementerian Ketenagakerjaan yang Arogan di Tol Minta Maaf
Merdeka.com - Oloan Nadeak (35), pelaku arogan terhadap pengendara mobil lain yang melintas di tol dalam kota sekitar kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, meminta maaf kepada korban atas perbuatannya. Permintaan maaf ini disampaikan langsung olehnya kepada korban bernama Siti Minanda Pulungan dan Ridho Laksmana. Permintaan maaf ini dilakukan dengan cara Batak.
"Dia minta maaf secara tulus, kita sama-sama orang Batak. Jadi, orang Batak kalau dia sudah menundukkan kepalanya sampai ke bawah sekali dan dia menaikkan 10 jarinya ke atas kepala, itu artinya dia sudah sangat sangat memohon," kata Siti Minanda Pulungan di Gedung Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Selasa (16/4) malam.
Katanya, ia tak menyangka video yang direkamnya akan menjadi viral dan berujung ke pihak berwajib. Meskipun ia mengakui setiap manusia memiliki kesalahan dan kekhilafan.
"Perlu ditegaskan, dari awal saya posting berita itu memang enggak ada keinginan untuk menindak pidana. Jadi, saya hanya ingin dia bertanggungjawab secara moril ke masyarakat saja, memberikan contoh kalau dia sudah salah, dia mengakui dan selesai," ujar Minanda.
Minanda menceritakan, saat itu kejadian macet. Sehingga, setiap pengemudi akan terbawa emosi dalam keadaan seperti itu.
"Memang pada saat itu sedang macet dan kita semua di situ ya emosi segala macam dan Mas Oloan sedang dikejar-kejar oleh pekerjaannya. Tetapi Mas Oloan sudah mengakui dia enggak punya alasan untuk melakukan hal itu. Dia khilaf, dia tahu dia salah, dia tahu kalau hal ini tidak sepantasnya dia lakukan, dia tahu dia merugikan banyak pihak," beber Minanda.
"Memang terjadi perusakan, tapi mobil saya enggak rusak parah hanya lecet dan yang bekas diinjak agak penyok ke dalam selain itu enggak ada. Mobil sudah dijadikan barbuk dan sudah difoto oleh penyidik. Kita sudah bilang bagi kita enggak ada kerugian," sambungnya.
Lebih lanjut dirinya dengan suami Ridho Laksmana telah memaafkan pelaku yang merupakan PNS Kementerian Ketenagakerjaan itu.
"Saya dan suami saya sepakat enggak mau memperkarakan lebih lanjut. Saya enggak melanjutkan ke hal-hal lain, namun hal ini sudah jadi ranahnya polisi untuk menyelesaikan," pungkas Minanda.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya