Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

PLTU Bosowa Energy tak berfungsi, listrik di Sulsel padam empat hari

PLTU Bosowa Energy tak berfungsi, listrik di Sulsel padam empat hari Kantor PT PLN Sulsel Sutra dan Sulbar. ©2017 merdeka.com/salviah ika padmasari

Merdeka.com - Selama empat hari terakhir atau terhitung sejak Sabtu (7/1), beberapa wilayah di Sulawesi Selatan (Sulsel) seperti di Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Maros dan Kabupaten Bone terkena pemadaman listrik bergilir. Titik-titik yang paling banyak dan sering alami pemadaman ini ada di Kota Makassar.

Tidak sedikit warga Kota Makassar mengeluhkan padamnya listrik yang rata-rata hingga tiga jam. Adrian Yaolin Martinus (22), karyawan salah satu warung kopi di Makassar menuturkan, sudah beberapa hari ini dia ditinggal kabur pelangganya.

"Sampai dua jam listrik padam membuat pelanggan tinggalkan warung kopi karena ruangan jadi panas, tidak ada aliran listrik untuk mengisi baterai handphone dan laptop serta wifi tidak bisa aktif," tutur Adrian.

General Manager PLN Wilayah Sulawesi Selatan Tenggara dan Barat (Sulselrabar), Wasito Adi melalui Humasnya, Rosita Zulkarnain mengatakan, pemadaman listrik terjadi karena tidak beroperasinya PLTU Bosowa Energy di Kabupaten Jeneponto, Sulsel.

"PLTU ini tidak beroperasi karena batu baranya basah dan lengket saat diproses di mesin penggilingan batu bara sehingga PLTU tidak mendapat suplai bahan bakar yang memadai," sebut Rosita Zulkarnain.

Menurut Rosita, pihaknya intens berkoordinasi dengan manajemen PT Bosowa Energy untuk bisa melakukan penormalan secepatnya dengan melakukan perbaikan cepat di mesin-mesin penggiling batu bara dan mengeluarkan batu bara basah dari bunker.

Upaya penormalan ini, imbuhnya, memerlukan waktu yang diperlukan hingga sore ini, Sabtu, (10/1). "Diperkirakan 1 unit PLTU Jeneponto bisa beroperasi maksimal pada hari Rabu, (11/1). Karena kejadian ini PLN melakukan pengaturan beban atau pemadaman karena sistem kelistrikan Sulsel alami defisit sekitar 175 Megawatt," ujarnya.

Atas kondisi ini, kata Rosita lagi, pihaknya mengimbau kepada konsumen agar tetap waspada dan hati-hati saat menggunakan penerangan alternatif. "Kami juga memohon maaf sebesar-besarnya kepada pelanggan atas ketidaknyamanan ini," ujarnya.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP