Pimpinan KPK sebut korupsi bisa bermula dari kebiasaan titip absen

Kamis, 1 Desember 2016 04:26 Reporter : Darmadi Sasongko
Pimpinan KPK sebut korupsi bisa bermula dari kebiasaan titip absen Gedung KPK. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Sebuah tindak korupsi besar terjadi dimulai dari sesuatu yang sangat kecil. Termasuk kebiasaan titip absen di kala mahasiswa.

Contoh itu disampaikan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang. Itu sebabnya, dia mengajak mahasiswa menyuarakan antikorupsi dari pendidikan salah satunya kampus.

"Jangan bayangkan mereka hari ini dengan sejumlah ketidakdisiplinannya, tapi bayangkan 20 tahun atau 25 tahun ke depan. Mereka akan menjadi pemimpin. Oleh sebab itu, harus dimasukkan pesan-pesan antikorupsi," kata Saut Situmorang, Komisioner Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) di Universitas Brawijaya (UB) Malang, Rabu (30/11).

Kata Saut, perlu secara terus-menerus mengingatkan mereka tentang hal itu dengan tegas. Kalau memang tidak sesuai dengan hati nurani harus ditolak jangan membiasakan diri meng-copy program atau curang saat mengerjakan tugas.

"Ini (mahasiswa) orang-orang yang ke depan akan memiliki integritas. Jangan lupa dalam satu ruangan ini, mereka kemungkinan akan jadi Presiden, menteri, pejabat, hakim atau jaksa," katanya.

Saut mengungkapkan, integritas seseorang ditentukan dari banyak hal, bahkan dimulai dari hal yang sangat sederhana. Semua itu yang kemudian disebut sebagai riwayat atau jejak.

"Jejak itu penting, mereka akan membangun sebuah integritas pribadi yang bisa jadi mereka tidak bisa naik pangkat karena, 'lu pernah nyontek di kampus' ke depan data itu akan banyak sekali. Semua akan ada di internet, sehingga persaingan akan betul-betul dengan integritas," urainya.

Orang-orang baik harus terus baik sampai menjadi posisinya, sehingga ke depan negara akan menjadi lebih baik dengan peran mereka nantinya.

KPK sendiri sengaja memberi ruang khusus tentang antikorupsi kepada mahasiswa sampai ke PAUD. Namun, perguruan tinggi diperlakukan khusus, karena memang pertanggungjawaban mereka dengan teori-teori. Mereka membahas secara akademik. [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini