Petugas KPPS Meninggal Dunia di Bekasi Bertambah jadi 3 Orang

Selasa, 23 April 2019 20:01 Reporter : Adi Nugroho
Petugas KPPS Meninggal Dunia di Bekasi Bertambah jadi 3 Orang distribusi logistik pemilu ke TPS. ©2019 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Petugas KPPS meninggal dunia akibat kelelahan dalam bertugas di TPS ketika Pemilu 2019 di Kota Bekasi, Jawa Barat bertambah. Terbaru yaitu Anggota KPPS 126, Kelurahan Arenjaya, Bekasi Timur, Sudirjo meninggal dunia tadi sore di rumah sakit Sensota usai menjalani perawatan.

Ketua KPU Kota Bekasi, Nurul Sumarheni membenarkan kabar meninggalnya Sudirjo. Menurut dia, jenazah Almarhum telah dibawa pulang keluarganya di Perumnas 3, Arenjaya untuk disemayamkan.

"Setelah mendampingi Kapolda Metro Jaya saya mendapatkan kabar duka bahwa Anggota KPPS 126 meninggal. Sehingga saya segera ke rumah sakit," kata Nurul ketika dikonfirmasi merdeka.com, Selasa (23/4).

Sudirjo merupakan korban ketiga. Sebelumnya, dua Ketua KPPS di Kota Bekasi menghembusnya napas terakhir usai menjalankan tugasnya sebagai KPPS. Mayoritas penghitungan suara selesai pada dini hari, bahkan menjelang pagi.

Ahmad Salahudin, (43) meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Pekayon, Bekasi Selatan, pada Kamis pagi, 18 April 2019 sekitar pukul 07.00 WIB. Diduga ketua KPPS TPS 081 Kelurahan Kranji, Bekasi Barat itu kelelahan sehingga kurang konsentrasi dalam berkendara sepeda motor.

Sebabnya, Salahudin baru menyelesaikan penghitungan suara di TPS sekitar pukul 04.00 WIB. Dia kecelakaan ketika hendak mengantarkan anaknya menuju ke Depok untuk mondok di pesantren di sana. Nyawanya tak tertolong meski sempat dilarikan ke RS Kartika Husada, Jatiasih.

Sementara itu, FA Ismantara meninggal dunia diduga akibat terkena serangan jantung. Ketua KPPS 031, Kelurahan Bojongrawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, ini mengeluh sakit pada Kamis pagi atau selang beberapa jam usai menyelesaikan penghitungan suara pukul 01.00 WIB.

Ismantara meninggal dunia di RS Elisabeth Rawalumbu pada Jumat pagi pukul 04.50 WIB. Menurut keluarga, keterangan dokter menyebut jantung Ismantara tak berfungsi normal. Meski diberikan sejumlah obat lewat infus, hal itu tak membuahkan hasil. Diduga, dia kelelahan karena sibuk di TPS.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) memperbarui data petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia pada saat penyelenggaraan Pemilu 2019. Sampai 23 April sore, tercatat 119 orang meninggal dunia. [ray]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini