Petinggi Demokrat dan NasDem Saling Sindir Soal Jaksa Agung dari Parpol

Kamis, 7 November 2019 16:22 Reporter : Sania Mashabi
Petinggi Demokrat dan NasDem Saling Sindir Soal Jaksa Agung dari Parpol Gedung Kejaksaan Agung. Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Rapat Komisi III dengan Jaksa Agung ST Burhanuddin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/11), diwarnai saling sindir antar anggota DPR. Bermula saat Ketua DPP Partai Demokrat yang juga anggota Komisi III DPR, Benny K Harman yang menyinggung masalah Jaksa Agung berasal dari partai politik.

"Dulu Jaksa Agung kita jelas-jelas partai politik, dan jadikan Kejaksaan ini alat politik, saya mohon Bapak Jaksa agung, catat ini, tolong jaga netralitas, jaga profesionalitas. Dan Jagalah keadilan," kata Benny.

Ucapan Benny langsung ditanggapi Ketua DPP NasDem yang juga anggota Komisi III, Taufik Basari. Sebab, Jaksa Agung periode 2014-2019 M Prasetyo berasal dari Partai NasDem.

"Saya hanya ingin memberikan catatan saja agar jangan tendensius, ketika kita menyampaikan sesuatu hal yang menuduh diantara kita di sini terkait dengan partai politik misalnya, itu kan kemarin kita selama sepanjang periode Jaksa Agung kemarin kan terbuka seluas luasnya jika ingin mempertanyakan jika ada masalah jika ada sesuatu hal. Ya itu kan bisa ditanyakan saat dulu, kalau kemarin tidak ada persoalan, kenapa kemudian dipertanyakan sekarang. Itu saja pimpinan," jawab Taufik.

1 dari 1 halaman

Tak Sindir NasDem

Benny merespon ucapan Taufik. Dia merasa tidak pernah menyinggung Jaksa Agung dari NasDem.

"Saya tidak menuduh siapapun partai politik itu, tetapi saya ingatkan dulu ada orang partai politik yang menjadi jaksa agung, dan menggunakan institusi ini alat politiknya. Siapa yang saya sebutkan itu bukan partai tertentu," ujarnya.

Benny menjelaskan, selama ini banyak Jaksa Agung yang berasal dari partai politik. Tidak hanya NasDem, tetapi juga PBB, PPP dan Golkar.

"Jadi, kalau ada yang tersinggung, loh, sebut siapa yang sebutkan itu, sebab Jaksa Agung dulu ada dari PBB, ada dari Golkar ada PPP," ucapnya. [noe]

Baca juga:
Di DPR, Jaksa Agung Ungkap Hambatan Penyelesaian Kasus HAM Berat
Ini Penjelasan Jaksa Agung Burhanuddin Tentang Proses Pelaksanaan Pidana Mati
Jaksa Agung Jabarkan Program di Depan Komisi III DPR
Jaksa Agung Burhanuddin Janji Akan Bereskan Kasus Korupsi Terbengkalai
DPR Gelar Rapat Perdana dengan Jaksa Agung
Burhanuddin Diharapkan Mampu Kembalikan Profesionalisme Kejaksaan

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini