Petani tebu di Cirebon keluhkan lahan kian sempit, harga jual makin turun
Merdeka.com - Bakal calon gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bertemu dengan warga Desa Pasaleman, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon. Warga sempat berbagi ragam cerita dengan bupati Purwakarta itu.
Mulai dari harga tebu yang terus mengalami penurunan, sementara harga kebutuhan pokok seperti beras kian naik.
"Harga tebu sedang murah sekali, sementara beras mahal. Warga di sini kan kebanyakan petani tebu, jadi terasa sekali kalau tebu sedang murah, pasti ekonomi repot," kata warga pada Dedi, Sabtu (27/1).
Di desa tersebut, setidaknya terdapat lahan tebu seluas 90 hektare. Hasil panen tebu di wilayah itu didistribusikan ke pabrik-pabrik gula yang ada di sekitar Cirebon.
Selain kendala dalam harga jual tebu, petani setempat juga dihadapkan pada persoalan semakin sempitnya lahan. Banyak pemilik lahan yang diketahui mengalihfungsikan bahkan menjual lahan tebu miliknya.
"Kalau dari minat kan di sini mah turun temurun biasanya. Tetapi, lahannya semakin sedikit dari tahun ke tahun," katanya.
Alih Fungsi Produktif
Menanggapi keluhan warga, Dedi menilai akar masalahnya terdapat pada ketidakseimbangan antara petani tebu dan pedagang gula.
"Harus ada regulasi yang mengatur keseimbangan itu. Sehingga, petani tebu pun merasakan manisnya gula," jelas Dedi.
Andai kata terpaksa alih fungsi lahan, lanjut dia, harus dialihkan ke komoditas yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Hal ini bertujuan agar para petani dapat sejahtera.
"Kalau harus alih fungsi, buka sawah untuk menanam padi saja. Sehingga, kebutuhan beras daerah ini juga terpenuhi di samping melimpahnya bahan baku gula. Maka di situ ada titik keseimbangan dua kebutuhan komoditas," katanya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya