Peserta lain siap jika dites ulang lawan anak pejabat Polda Sumut
Merdeka.com - Seorang anak pejabat Polda Sumatera Utara dinyatakan lolos masuk Akademi Kepolisian. Padahal calon berinisial IAP ini hanya menempati urutan ke-26. Panitia mengaku ada jatah khusus dari pusat sehingga IAP bisa melenggang dengan mereka yang mendapat peringkat 1 sampai 13.
Kuota khusus dari Mabes Polri untuk seorang anak pejabat utama Polda Sumut itu diprotes peserta yang tidak terpilih. Mereka bahkan bersedia dites ulang untuk memperebutkan 'jatah' dari pusat itu.
"Kami siap jika kami akan dites ulang dengan beliau (IAP, anak pejabat Polda Sumut, yang terpilih setelah mendapatkan kuota khusus dari Mabes Polri)," kata Sandy Pratama Putra (20), peserta peringkat 14 yang tidak terpilih, Rabu (12/7).
Pernyataan Sandy diamini sejumlah peserta lain yang juga tidak terpilih. Sekurangnya ada 4 peserta dengan peringkat antara 14 hingga 25 yang mendampingi Sandy bertemu wartawan.
Mereka juga kecewa dan mempertanyakan terpilihnya IAP untuk seleksi di Semarang, karena dia hanya ada pada peringkat 26 saat penentuan tahap akhir (pantuhir) seleksi penerimaan calon taruna Akpol di Polda Sumut belum lama ini.
"Kami berharap dapat penjelasan yang transparan, kenapa beliau (IAP) yang mendapatkan kuota khusus itu, supaya kami dapat menerimanya. Kalau dikatakan rangking 26 itu pantas, maka menurut kami rangking 14 hingga 25 tentu lebih pantas," ucap Sandy.
Sementara Panitia Seleksi Akpol Polda Sumut, Kompol Rosyid Hartanto, mengatakan IAP merupakan kuota khusus dari Mabes Polri, bukan kuota Polda Sumut. Dia tidak tahu alasan terpilihnya putra pejabat Polda Sumut untuk kuota khusus itu. "Pertimbangannya hanya Mabes yang lebih tahu," jelasnya. (mdk/ian)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya