Pertumbuhan Penumpang Minim, BIJB Diproyeksikan Sebagai Pusat Kargo RI

Sabtu, 11 Mei 2019 23:15 Reporter : Aksara Bebey
Pertumbuhan Penumpang Minim, BIJB Diproyeksikan Sebagai Pusat Kargo RI Bandara Kertajati. ©2018 Merdeka.com/Andrian Salam Wiyono

Merdeka.com - Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati Majalengka potensial sebagai pusat kargo Indonesia. Hanya saja, tahap realisasi rencana tersebut masih belum matang, meski Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat sudah siap menyediakan lahan seluas 20 ha.

Wacana terkait pusat kargo itu mengemuka usai Pemprov Jabar yang diwakili Sekda, Iwa Karniwa menggelar pertemuan dengan Director Chief Corporate Affair and Business Development Officer PT JAS, Sigit Muhartono, serta Direktur Utama PT Pos Logistik Indonesia Yuzon Erman di Gedung Pakuan, Kota Bandung.

Dalam pertemuan itu, mereka membahas potensi bisnis kargo di BIJB Kertajati meski masih sebatas pengenalan dari bagian rencana pengembangan bandara tersebut.

Target utama bisnis kargo di BIJB Kertajati adalah industri e-commerce yang memang sedang tumbuh pesat.

"Kita masih melihat potensi ekonomi, letak geografis dan lain-lain. Kami ingin pengembangan ini segera dilaksanakan, tetapi juga tidak menyalahi aturan," katanya, Sabtu (11/5).

"Kita nanti sediakan lahan 20 hektare. Jika sudah oke, nanti kita akan join venture. Tetapi, sampai dengan saat ini kita belum tahu nilai investasinya berapa," katanya.

Perwakilan PT JAS, Sigit Muhartono, menyebut bahwa BIJB Kertajati bisa berkembang pesat apabila dijadikan pusat kargo. Sebab, jika hanya mengandalkan pertumbuhan penumpang saja akan sulit dan butuh waktu panjang.

Hal itu tidak terlepas dari faktor kesiapan akses menuju bandara masih dibangun. "Tetapi income dari sebuah airport tidak hanya dari penumpang, bisa juga dari kargo. Makanya, kita usulkan," katanya.

Menurutnya, BIJB Kertajati sendiri memiliki beberapa nilai plus sebagai pusat kargo Indonesia. Pertama, area sekitar BIJB Kertajati masih luas. Lalu, letak geografis bandara tersebut tergolong ideal, tidak jauh dari Jabodetabek maupun Jawa Tengah. Hal itu dapat memudahkan alur distribusi barang yang masuk ke Indonesia.

"Areanya sangat bagus untuk ekspor dan barang-barang yang masuk dari luar negeri didistribusikan untuk daerah-daerah ini, makanya waktu untuk distribusi tidak lama," ucap Sigit Muhartono.

"Kami punya pengalaman untuk industri kargo, makanya kita akan manfaatkan koneksi-koneksi kita di luar negeri untuk datang ke Kertajati," lanjutnya.

Sedangkan, Dirut PT Pos Logistik Indonesia, Yuzon Erman, menyoroti pasar industri e-commerce. Menurut dia, BIJB Kertajati berada di lokasi strategis karena pasar e-commerce di Jawa Barat dan Jawa Tengah begitu besar.

"Isu-isu ini akan kami coba support dan pemerintah daerah bisa melakukan penetrasi di pasar UMKM. Sehingga, cost mereka bisa lebih murah dan bisa bersaing dengan pasar global, itu kira-kira tujuan dari kolaborasi ini," ucapnya.

Apalagi, infrastruktur logistik di Jawa Barat sudah mulai terealisasi dengan dibangunnya Pelabuhan Patimban Subang. Namun, itu saja tak cukup. Perlu provider logistic yang mampu mengelola bisnis tersebut.

"Maka, terjadilah kolaborasi ini antara PT JAS dan PT Pos Logistik Indonesia, yang akan kami lakukan adalah mengaktivasi BIJB menjadi logistic park. Apalagi, 60 persen industri nasional ada di Jawa Barat," tutupnya.

Pembahasan soal teknis kolaborasi ketiga pihak tersebut akan dilakukan pekan depan dengan menggelar pertemuan serupa. [eko]

Topik berita Terkait:
  1. Bandara Kertajati
  2. Bandung
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini