Persoalan sertifikat ganda, ganti rugi lahan tol Serpong-Cinere tertunda

Sabtu, 29 September 2018 00:03 Reporter : Kirom
Persoalan sertifikat ganda, ganti rugi lahan tol Serpong-Cinere tertunda rumah warga terdampak proyek tol serpong-cinere. ©2018 Merdeka.com/Kirom

Merdeka.com - Warga perumahan Asean Cluster Vila Asri, Pondok Cabe Udik, Pamulang, Tangerang Selatan menuntut kepastian pembayaran ganti kerugian tanah dan bangunan yang terdampak proyek Tol Serpong-Cinere.

Kepastian ini menyusul adanya pihak yang mengaku juga memiliki bukti kepemilikan surat tanah (sertifikat) atas lahan tersebut.

Juru bicara warga, Arif Supriyono mengatakan, permasalahan bermula dari munculnya pihak yang mengklaim memiliki surat kepemilikan sah tanah (sertifikat) atas tanah di perumahan Asean Cluster Vila Asri yang terdampak proyek tol.

"Sejak awal mulai dari sosialisasi (proyek tol) kami yang diajak, kemudian ada pengukuran oleh instansi terkait, penghitungan tanah dan bangunan oleh Apraisal dan sudah menyepakati harganya. Tiba-tiba ada pihak mengaku punya sertifikat, sehingga nasib tanah dan bangunan kami sampai saat ini belum jelas," ucap dia, Jumat (28/9).

Arif menerangkan, atas kemunculan pihak asing yang mengakui memiliki sertifikat itu, BPN kota Tangerang Selatan menunda rekomendasi pembayaran tanah dan bangunan warga. Sementara, kontraktor pengerjaan proyek tengah melakukan pengerjaan jalan proyek tol tersebut.

"Kami aneh, kenapa sejak perumahan ini berdiri di tahun 1995 tak ada pihak yang mengaku-ngaku punya sertifikat. Justru sekarang malah ada pihak yang mengaku punya sertifikat. Padahal BPN sedari awal juga berhubungannya dengan kami,” katanya.

Dia berharap, pemerintah dalam hal ini BPN dan PPK tol Serpong-Cinere tegas dan menghentikan sementara pengerjaan proyek di sekitar perumahaan karena membahayakan penghuni.

"Kami minta pekerjaan dihentikan dulu, karena ini membahayakan kami, akibat pengerjaan proyek ini, rumah kami berada seperti di tebingan. Jadi kalau hujan deras sangat mengancan keselamatan. Beberapa rumah warga juga sudah retak-retak," kata dia.

Warga perumahan Asean Cluster Vila Asri pada dasarnya mendukung proyek pembangunan yang dilakukan pemerintah. Hanya saja dia berharap, pihak kontraktor menahan dulu pekerjaan di sekitar area perumahan menghindari hal yang tidak diinginkan.

"Kita tidak pernah protes dengan harga yang sudah di-appraisal, kita tidak protes saat ada pembangunan tol. Kami mendukung program pemerintah ini, tapu kami mempertanyakan saja ada pihak asing yang mengaku memiliki sertifikat dan direstui," ujar Arif.

Badan Pertanahan Nasional (BPN) kota Tangerang Selatan, mengakui ada sertifikat ganda pada lahan di perumahan Asean Cluster Vila Asri, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan. Dari catatan BPN, sertifikat tanah ganda dimiliki oleh 16 warga Perumahan Asean Cluster Vila Asri dengan ahli waris atas nama Hery Luwiyanto.

"Kami inginnya ada jalan musyawarah, kami juga sudah dua kali memediasi tapi sepertinya tidak ada titik temu. Sampai kemudian masing masing pemilik sertifikat menempuh jalur hukum," ucap Kepala Seksie Penanganan masalah dan pengendalian pertanahan BPN kota Tangsel, Kadi Mulyono.

Setelah memeriksa dokumen bukti kepemilikan sah surat sertifikat dari kedua pihak, BPN memastikan, dua bukti kepemilikan sertifikat antara pihak Hery Luwiyanto dan warga perumahan Asean Cluster Vila Asri adalah asli dikeluarkan BPN.

"Faktanya, dua sertifikat ini adalah produk BPN," katanya.

Sekretaris pengadaan tanah Proyek Tol Serpong-Cinere Hodidjah menegaskan, legalitas surat kepemilikan tanah (sertifikat hak milik) sama-sama sah.

"Dua sertifikat atas nama Hery Luwiyanto dengan luas masing-masing 1.865 meter persegi memiliki sertifikat sah. Sementara sertifikat milik 16 bidang warga terdampak proyek tol ini juga sah, dengan luasan bervariasi 120 sampai 135 meter persegi," ucapnya.

Dengan adanya sengketa lahan seperti ini, proyek Tol Serpong-Cinere yang sebelumnya ditargetkan penyelesaian lahan selesai akhir 2018, terpaksa molor.

"Jadi kami tidak bisa membayarkan sampai ada putusan siapa yang berhak. Karena kan dua-duanya memiliki sertifikat dan dua duanya sudah membuktikan," kata Hodidjah. [noe]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini