Peringati HUT RI, Para Difabel di Jember Gelar Pawai Motor

Sabtu, 17 Agustus 2019 02:47 Reporter : Muhammad Permana
Peringati HUT RI, Para Difabel di Jember Gelar Pawai Motor Klub Motor Difabel Motorcycle Indonesia. ©2019 Merdeka.com/Muhammad Permana

Merdeka.com - Kesetaraan dan inklusifitas terus digaungkan. Seperti yang dilakukan oleh para aktivis difabel di Jember. Mereka menggelar pawai yang melibatkan 50 sepeda motor yang sudah dimodifikasi menjadi roda tiga. Pawai ini digelar dalam rangka memperingati kemerdekaan Indonesia oleh dua elemen, yakni klub motor Difabel Motorcycle Indonesia (DMI) Jember bersama Persatuan Penyandang Cacat (Perpenca) Jember.

Pawai dimulai dari depan gedung DPRD Jember, lalu melewati kawasan kampus Universitas Jember (Unej) hingga menuju Taman Makam Pahlawan (TMP) Jember. Di kompleks pemakaman para pejuang tersebut, sebanyak 70 difabel menggelar tabur bunga untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan.

"Melalui pawai ini, kami ingin menggugah kembali semangat nasionalisme dan kemerdekaan dalam rangka HUT Ke 74 RI. Merdeka dalam arti terpenuhi hak-hak dasar sebagai manusia Indonesia seperti yang tercantum dalam UUD 1945, khususnya UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Disabilitas," ujar koordinator aksi bertajuk Parade Merah Putih tersebut, Eko Puji Purwanto, Jumat (16/8).

Selain patriotisme dan nasionalisme, para aktivis difabel juga menyelipkan pesan inklusivitas dan penghapusan diskriminasi di masyarakat. Perjuangan tersebut, menurut pria yang akrab disapa Antok ini, tidak hanya diperjuangkan oleh kalangan difabel saja, tetapi juga oleh semua elemen masyarakat yang peduli.

"Karena penghapusan diskriminasi ini penting, tidak saja untuk difabel, tapi juga untuk kelompok rentan lainnya. Supaya teman-teman menjadi merdeka yang sebenar-benarnya," tutur pria penyandang disabilitas daksa ini.

Menurut Antok, pihaknya sengaja menggelar acara tersebut sebagai sarana untuk menggairahkan kembali perjuangan difabel Jember untuk mewujudkan kesetaraan dalam segala aspeknya menuju difabel yang berdaya dan berdaulat.

"Kalau dahulu para pahlawan gugur demi kemerdekaan negara ini, lain dengan difabel yang harus memperjuangkan hidupnya dengan segala hak-hak dasar mereka yang belum terpenuhi secara baik. Walaupun perangkat regulasinya sudah hampir lengkap," jelas alumni Fakultas Ekonomi Unej ini.

Dalam momentum parade dan tabur bunga di makam pahlawan ini, DMI Jember ingin mengingatkan kepada masyarakat khususnya penyandang difabel Jember untuk meneladani perjuangan para pendiri bangsa ini dengan mengisi pembangunan yang berkesetaraan dan inklusif.

"Semangat perjuangan para pahlawan menjadi cambuk bagi saya dan teman-teman difabel untuk tetap berjuang, karena difabel tidak ada yang mau memperjuangkan nasibnya kecuali kita sendiri," tandasnya. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Kisah Inspiratif Difabel
  2. Jember
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini