Peringatan tragedi Mei jadi awal kebangkitan Trisakti masuk era baru
Merdeka.com - Universitas Trisakti (Usakti) ketika tahun 1965 dijadikan Presiden Soekarno sebagai kampus kebangsaan dan perjuangan melawan komunisme. Kondisi ini membuat mereka kembali menjadi kampus pergerakan, pada reformasi 1998 dengan gugurnya empat mahasiswanya.
Peristiwa itu menjadi tragedi nasional dan awal kebangkitan tata pemerintahan baru. Hal itu diungkapkan Rektor Trisakti, Ali Ghufron Mukti, dalam keterangannya. Ghufron juga mengatakan bahwa kehadiran pemerintah di kampusnya sekaligus sebagai awal pembenahan kelembagaan terus berjuang untuk mempertahankannya sebagai aset negara.
"Kini, saya ditugaskan masuk dalam struktur Organisasi Usakti, sebagai pencerminan hadirnya pemerintah di Usakti untuk terus mengembangkan Usakti, pencapaian peningkatan kualitas pendidikan, penelitian termasuk juga pengabdian," kata Ghufron sekaligus menjabat sebagai Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti, Sabtu (13/5).
Dalam perjalanannya, Trisakti kembali menjadi kampus pergerakan dengan gugurnya empat orang mahasiswa Trisakti sebagai pejuang reformasi pada tahun 1998. Tiap tahun akhirnya diperingati. Pihaknya juga baru saja memperingati 19 tahun Tragedi 12 Mei 1998 di kampus, Jumat kemarin. Ini sekaligus mengenang perjuangan empat mahasiswanya kala itu gugur dalam perjuangan kala itu.
"Kini, dengan sembilan fakultas, 47 program studi Sarjana, Magister, Doktor, Vokasi, dan Spesialis serta sembilan kampus di Jabodetabek, menunjukkan potensi dan kinerja Usakti sebagai salah satu perguruan tinggi swasta pertama dan terbesar di Indonesia," ujarnya.
Ghufron mengatakan, bahwa kehadiran pemerintah di Usakti juga sekaligus sebagai awal pembenahan kelembagaan Usakti yang terus berjuang untuk mempertahankan Usakti sebagai aset negara, sehingga nantinya diharapkan dapat menjadi bentuk Perguruan Tinggi sesuai dengan aspirasi Keluarga Besar Usakti.
Selain itu, Trisakti juga telah membangun strategi untuk mencapai world class university. Yakni melampaui nilai tertinggi akreditasi nasional untuk seluruh program studi telah mapan, bersertifikat ASEAN University Network, dan mengikuti perengkingan QS Star. Pencapaian itu sekaligus menunjukkan kampusnya berhasil mencapai visi misinya.
"Hal tersebut merupakan bukti nyata bahwa Usakti telah memasuki era baru yang lebih profesional," terangnya. (mdk/ang)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya