Peringatan BMKG: Tujuh Hari ke Depan Potensi Banjir Bandang dan Longsor di Sumsel

Senin, 13 Januari 2020 23:05 Reporter : Irwanto
Peringatan BMKG: Tujuh Hari ke Depan Potensi Banjir Bandang dan Longsor di Sumsel Longsor Sukajaya Bogor. ©2020 Merdeka.com/Rasyid Ali

Merdeka.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan warga agar waspada terjadinya banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Sumatera Selatan dalam kurun waktu tujuh hari ke depan. Prediksi ini berdasar tingginya intensitas hujan dan imbas menguatnya angin muson China Selatan (muson barat).

Kasi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Bambang Beny Setiaji mengatakan, longsor dan banjir bandang berpotensi terjadi di wilayah Sumsel bagian barat atau di sepanjang daratan tinggi Bukit Barisan. Daerah-daerah itu adalah Kabupaten Lahat, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, Lubuklinggau, Empat Lawang, Muara Enim, dan Penukal Abab Lematang Ilir.

Sementara daerah-daerah yang berpotensi terjadi puting beliung dan banjir adalah di Palembang, Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ulu Timur, Ogan Komering Ulu Selatan, Prabumulih, Banyuasin, dan Pagaralam.

"Berdasarkan kondisi regional dan lokal, akan menyebabkan peningkatan dan kontinyuitas (terus menerus) curah hujan di wilayah Sumsel bagian barat yakni pada wilayah dataran tinggi (Bukit Barisan) yang akan berdampak potensi adanya bencana hidrometeorologi," ungkap Bambang, Senin (143/1).

Angin Muson China Selatan (Muson Barat) yang sarat uap air mengakibatkan peningkatan potensi curah hujan tinggi disertai petir dan angin kencang yang umumnya terjadi pada siang-sore hari. Sedangkan potensi hujan ringan-sedang yang berlangsung lama (kontinyu) apabila terjadi pada malam-dini hari.

Secara lokal, permukaan Sumsel yang berkarakteristik rawa dan sungai menjadi penyuplai uap air dan adanya pusat tekanan rendah di wilayah Australia (belahan Bumi Selatan) menyebabkan adanya belokan (Trough) dan pertemuan massa udara (Konvergensi) di wilayah Sumsel yang meningkatkan pertumbuhan awan konvektif (awan hujan akibat pemanasan matahari). Sedangkan pada wilayah Sumsel bagian Barat (Dataran Tinggi Bukit Barisan), angin lembah yang terjadi mendapat pasokan uap air dari Samudera Hindia yang meningkatkan pertumbuhan awan Orografik (awan hujan akibat ketinggian permukaan).

1 dari 1 halaman

Waspada Hujan Disertai Petir

Hujan disertai petir dan angin kencang di wilayah Sumsel akan meningkat pada tanggal 13-15 Januari 2020. Lalu akan mengalami penurunan 16-18 Januari 2020 dan akan kembali meningkat pada 19-20 Januari 2020.

"Secara khusus hujan yang disebabkan awan konvektif dan orografis pada siang-sore hari di wilayah Sumsel akan berpotensi tetap terjadi hingga tujuh hari ke depan," sambungnya.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat dan pemerintah untuk waspada dan melakukan tindakan preventif meminimalisasi dampak. Yakni melakukan perbaikan infrastruktur lebih tahan bencana, membersihkan dan memperbaiki drainase, memangkas atau mengurangi dahan dan ranting pohon agar tidak tumbang, perbaikan daerah aliran sungai, menyiapkan retensi, dan memprioritaskan transportasi udara dan air tidak pada siang-sore hari.

"Kami imbau berhati-hati beraktifitas di luar rumah dengan tidak berteduh di bawah pohon dan menghindari genangan yang berpotensi kemacetan apabila terjadi hujan pada siang-sore hari," ucapnya. [noe]

Baca juga:
Prakiraan BMKG: Cuaca Jakarta Mayoritas Berawan Hari Ini
BMKG Prediksi 12 Januari Berpotensi Hujan Lebat di Jabodetabek
BMKG Prediksi Jakarta akan Diguyur Hujan Disertai Kilat
BMKG Prediksi Hujan Deras, Polisi Petakan 4 Lokasi Berpotensi Banjir
Siap-Siap Saksikan Gerhana Bulan Penumbra, 11 Januari 2020 Besok!
BMKG Prediksi Hujan Disertai Angin dan Kilat Terjadi di Jakarta Hari Ini

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini