Peringatan 75 tahun Perang Dunia II, Museum Bahari gelar pameran

Senin, 27 Februari 2017 22:09 Reporter : Yunita Amalia
Peringatan 75 tahun Perang Dunia II, Museum Bahari gelar pameran Museum Perang Dunia II . ©AFP PHOTO/WOJTEK RADWANSKI

Merdeka.com - Museum Kebaharian, Penjaringan, Jakarta Utara hari ini menggelar pameran kemaritiman. Tema yang diangkat dalam pameran kali ini adalah Perang Dunia II.

Kepala museum kebaharian, Husnison Nizar mengatakan tema tersebut diambil untuk memperingati 75 tahun pertempuran terbesar saat itu. Di mana Australia, inggris, Amerika, dan Belanda saat itu mengalami kerugian atas gugurnya tentara laut mereka.

"Ini kerugian besar selama perang 4 hari. Ini kehancuran 4 armada laut makanya hari ini diperingati 75 tahun atas perang yang terbesar di dunia," ujar Husnison, saat menghadiri pembukaan pameran tersebut, Senin (27/2).

Senada dengan Husnison, Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik mengatakan pameran ini sebagai pengingat akan dahsyatnya pertempuran saat itu.

"Sekitar 2.300 pelaut dan 220 angkatan udara gugur dalam pertempuran tersebut. Sepuluh persen diantaranya adalah pejuang Indonesia yang bertugas di kapal-kapal perang Belanda. Pertempuran tersebut merupakan momentum penting dalam sejarah kita bersama," ujar Moazzam.

Baik Husnison dan Moazzam, keduanya sepakat adanya pameran seperti ini, dimanfaatkan oleh para pelajar dan mahasiswa untuk memperdalam sejarah tentang peristiwa perang dunia II, 27 Februari - 1 Maret.

"Ya seharusnya ini jadi momentum bagi pelajar, mahasiswa untuk lebih mendalami tentang perang dunia kedua," tukas Husnison.

"Ya tentu mahasiswa dan pelajar harus kesini karena ini penting untuk sejarah," ujar Moazzam.

Pameran ini dibuka secara resmi oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Duta Besar Inggris Moazzam Malik, dan Duta Besar Belanda. Beberapa marinir dari 4 negara yang terlibat dalam perang dunia kedua pun hadir.

Sekitar 30 koleksi dari keempat negara ditampilkan dalam pameran tersebut seperti miniatur kapal perang, teropong, bendera signal negara dan story board. [eko]

Topik berita Terkait:
  1. Kementerian Maritim
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini