Perempuan yang Ditangkap saat Pesta Sabu di Aceh, Dicambuk 8 Kali

Selasa, 10 Desember 2019 12:37 Reporter : Afif
Perempuan yang Ditangkap saat Pesta Sabu di Aceh, Dicambuk 8 Kali Jaksa Cambuk Terpidana Khalwat Tunggal di Banda Aceh. ©2019 Merdeka.com/Afif

Merdeka.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh mengeksekusi cambuk tunggal, Selasa (10/12) di Taman Sari, Banda Aceh. Terpidana berinisial LV (25) ini dicambuk melanggar pasal 23 Qanun Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Sabetan cambuk ini menjadi kali pertama bertindak sebagai algojo seorang perempuan. Sesuai dengan keputusan Mahkamah Syariah, Banda Aceh. Terpidana divonis 8 kali cambuk, dikurangi masa tahanan 3 bulan. Terpidana dicambuk di muka umum sebanyak 5 kali cambuk.

Kepala Satpol PP dan Polisi Syariat Kota Banda Aceh, Muhammad Hidayat menjelaskan, terpidana ini tersandung kasus khalwat yang terjadi beberapa bulan lalu di salah satu hotel di Banda Aceh.

"Yang bersangkutan sudah inkrah dan kita lakukan eksekusi hukuman cambuk," kata Muhammad Hidayat usai prosesi cambuk.

Kata Hidayat, hanya satu orang dicambuk karena baru terpidana itu yang sudah inkrah. Sedangkan selebihnya masih dalam proses hukum yang ditangani oleh Polisi Militer (POM) Kodam Iskandar Muda.

"Selebihnya ditangani oleh TNI/Polri yang terjadi di hotel beberapa bulan lalu," jelasnya.

Terpidana yang dicambuk ini, sebutnya, berdasarkan hasil pemeriksaan negatif narkoba. Sehingga proses hukumnya ditangani melalui Mahkamah Syariat dan dijerat dengan Qanun Jinayat.

"Sedangkan selebihnya diduga positif narkoba, sehingga ditangani oleh TNI/Polri," sebutnya.

Menurutnya, eksekutor kali ini perdana dilakukan oleh seorang algojo perempuan. Untuk bisa menjadi algojo membutuhkan pelatihan. Sekarang sudah ada dari perempuan. "Nantinya setiap terpidana perempuan akan dicambuk oleh algojo perempuan," tukasnya.

Sebelumnya, Polisi Militer (POM) Kodam Iskandar Muda menangkap empat anggota TNI, satu di antaranya berpangkat Letkol diduga sedang pesta sabu di Hotel Hermes Palace, Kota Banda Aceh. Turut diamankan enam warga sipil, 1 laki dan 5 perempuan.

Operasi penangkapan ini dilakukan Rabu (2/10) sekira pukul 01.00 Wib dini hari. Mereka diringkus masing-masing di kamar 311 dan kamar 335.

Empat anggota TNI itu adalah berinisial A, B, N dan AH berpangkat Letkol. Sedangkan satu laki-laki berinisial M dan lima perempuan masing-masing AM, SSTY, RU, WRWM dan LV yang sudah dieksekusi cambuk hari ini.

Komandan Pomdam Iskandar Muda, Kolonel CPM Zulkarnain menjelaskan penangkapan 4 oknum TNI dan 6 sipil sedang menggunakan narkoba di Hotel Hermes.

"Kasus ini memang benar ada, saya kerjasama dengan Polda Aceh juga, ada tersangka yang kita dapatkan, ada tersangka TNI-nya empat orang dan enam orang tersangka sipil," kata Kolonel CPM Zulkarnain, Jumat (4/10) via telepon genggamnya.

Kata Zulkarnain, penangkapan ini menunjukkan bahwa Kodam IM berkomitmen dalam memberantas narkoba di lingkungan TNI dan melibatkan prajurit.

Dikatakannya, untuk oknum TNI tersebut terancam hukuman 4 tahun penjara dan juga terancam mendapatkan hukuman tambahan, yaitu diberhentikan dari kedinasan.

"Rata-rata kasus narkoba yang kita tangani pasti diberikan hukuman tambahan pecat selain penjara," tukasnya.

Untuk terdakwa yang terlibat narkoba, baik sipil maupun militer yang ditangkap di Hotel Hermes itu sekarang masih dalam proses hukum. Terdakwa sipil yang diduga terlibat narkoba ditangani oleh polisi. Sedangkan oknum militer ditangani di pengadilan militer. [ded]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini