Percakapan terakhir almarhum Affandi dengan istri sebelum heli jatuh

Senin, 3 Juli 2017 18:31 Reporter : Parwito
Percakapan terakhir almarhum Affandi dengan istri sebelum heli jatuh Korban heli Basarnas M Affandi. ©2017 Merdeka.com/parwito

Merdeka.com - Tangis Lina Ena Panuntun (27) pecah saat suaminya, almarhum Maulana Affandi (26) di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sedapu Dusun Sarpen, Desa Boja, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Affandi merupakan anggota rescuer sekaligus Humas Basarnas Kantor Semarang, satu dari delapan korban gugur akibat pesawat heli Basarnas jatuh di lereng Gunung Botak, Desa Canggal, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Keluarga almarhum mengatakan Affandi sudah merencanakan untuk menggelar tujuh bulanan, Desta Dyumna Dyaksa Affandi, anak laki-lakinya, Rabu (5/7).

korban heli basarnas m affandi

Korban heli Basarnas M Affandi ©2017 Merdeka.com/parwito

"Ndak ada pesan khusus, sempat BBM istri pas hari itu sebelum kecelakaan sekira pukul 15.52 WIB sebelum kejadian. Saat dibalas sudah tidak aktif. Pamit mau ke Dieng, kirim foto DP (status) di BBM," ungkap Teguh Eko Priantomo (33), kakak Lina, Senin (3/7) siang tadi.

Eko menuturkan berbagai perlengkapan sudah dia siapkan seperti, kurungan yang dihias pita dan bunga warna-warni. Serta terdapat pula dua batang pohon tebu sebagai prasarana ritual nujuhbulanan atau dalam tradisi Jawa disebut 'Tedak Siti' itu.

"Persiapan Mas Fandi sendiri yang minta. Di sini sebenarnya tidak ada tradisi seperti ini. Nggih, 'Dun-dunan, Tedak Siti karena usia anaknya satu-satunya baru berusia 7 bulan. Rencananya Rabu pagi lusa jam 8 ritual itu akan digelar. Tapi takdir berkata lain Mas Fandi dipanggil Sang Illahi mas," tutur Eko.

korban heli basarnas m affandi

Korban heli Basarnas M Affandi ©2017 Merdeka.com/parwito

Meski Affandi sudah wafat, pihak keluarga tetap akan melangsungkan ritual 'Tedak Siti' bagi sang anak. Ritual ini diibaratkan sebagai pesan khusus atau wasiat bagi keluarga jika harus tetap melaksanakan ritual 'Tedak Siti' tersebut.

"Ya tetap diadakan. Nanti dikondisikan situasinya sambil melihat kondisi keluarga terutama adik saya istri Mas Affandi yang sampai saat ini masih trauma dan sok," bebernya.

Koordinator Humas Basarnas Kantor Semarang Zulhawary mengungkapkan, M Affandi merupakan sosok yang baik, supel, mudah bergaul dan humoris.

"Sosok baik, yang suka guyon. Sosok bisa diandalkan. Kami sangat kehilangan salah satu saudara yang dia sendiri saya anggap sebagai adik saya. Kami satu ruangan dan bidang dibidang yang sama yaitu di humas. Bagi kami kinerja dia di humas sangat baik," ucapnya.

Zulhawary mengungkapkan, almarhum M Affandi mulai masuk sebagai anggota Basarnas pada tahun 2009 dan diformasikan sebagai murni rescuer. Namun, karena panggilan hatinya, dirinya mengajukan diri bergabung di bidang humas.

"Tahun 2009 dia masuk di humas murni sebagai panggilan hati. Padahal, sesuai penerimaan seleksi CPNS, formasi dia rescuer. Namun, dia dari awal sudah mengajukan diri sebagai voulenteer (relawan) di bidang humas," terangnya.

Berkat kerja kerasnya untuk tetap konsisten, belajar dan mengikuti hati nuraninya, Zulhawary menambahkan almarhum M Affandi berhasil melaksanakan tugasnya sebagai anggota Humas dengan baik. Bahkan, dengan cepat mudah bergaul dengan wartawan dan dunia jurnalistik.

"Saya di pramuka baground pramuka, dia dari SMA tapi dia memiliki ketertarikan ke humas. Tapi dia mampu belajar kehumasan. Belajar foto, belajar kewartawaanan," pungkasnya.

Kini, jenazah M Affandi sudah dikebumikan dan beristirahat dengan tenang di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sedapu Dusun Sarpen, Desa Boja, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Prosesi pemakaman diantar oleh ratusan rekan di Basarnas Kantor Semarang, anggota Polres Kabupaten Kendal beserta sanak saudara dan handai taulannya. [ded]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini