Perantau Jabodetabek Mudik, Bupati Wonogiri Tak Khawatir Penyebaran Corona

Kamis, 26 Maret 2020 20:05 Reporter : Arie Sunaryo
Perantau Jabodetabek Mudik, Bupati Wonogiri Tak Khawatir Penyebaran Corona Bupati Wonogiri Joko Sutopo. ©2019 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Belasan ribu perantau asal Kabupaten Wonogiri yang tengah bekerja di Jakarta dan kota sekitarnya, mulai pulang kampung alias mudik. Mereka mempercepat mudik jauh sebelum Lebaran akibat sepinya kondisi kota, imbas dari wabah Virus Corona atau Covid-19.

Lonjakan pemudik di tengah masa tanggap darurat Covid-19, terpantau di sejumlah terminal Wonogiri. Jumlah penumpang bus dari Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi) melonjak drastis hingga kisaran 14.000 dalam sepekan terakhir.

"Kalau hari biasa cuma 1.000 orang per hari yang masuk Wonogiri. Tapi sejak Kamis (19/3) lalu jumlah penumpang menjadi sekitar 2.000 orang per hari," ujar Kepala Terminal Induk Tipe A Giri Adipura Wonogiri, Agus Hasto Purwanto, Kamis (26/3).

Belasan ribu penumpang tersebut diangkut dengan armada bus sebanyak 876 unit. Total jumlah penumpang adalah 14.140 orang. Angka lonjakan tersebut biasanya hanya terjadi saat musik Lebaran. Selama 4 hari terakhir, kenaikan jumlah penumpang rata-rata setiap hari sekitar 500-700 orang.

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo mengaku telah melakukan antisipasi terkait kemungkinan penularan Covid-19. Mengingat para perantau berasal dari daerah pandemi Corona. Penyemprotan disinfektan di terminal, stasiun dan fasilitas umum lainnya terus dilakukan. Termasuk menyediakan fasilitas hand sanitizer dan tempat cuci tangan.

"Mudik itu merupakan bagian dari budaya masyarakat Wonogiri. Setiap hari kami melakukan sosialisasi sampai ke tingkat RT, bahkan sampai ke karang taruna. Petugas Puskesmas, petugas kelurahan, para Ketua RT dan Ketua RW menjadi garda depan untuk sosialisasi ini. Kami tidak khawatir karena semuanya jalan dengan baik," katanya.

Pria yang akrab disapa Jekek itu mengungkapkan, sebagian besar perantau asal Wonogiri, bekerja sebagai pedagang, wiraswasta, dan pekerja pabrik. Dengan adanya masa darurat Corona berdampak pada penghasilan perantau sehingga mereka memilih untuk mudik.

"Di Jakarta banyak yang stay at home. Sehingga yang berjualan sepi, yang bekerja di pabrik diliburkan. Mereka pilih mudik karena pas lebaran nanti belum tentu bisa pulang kampung," ucapnya.

Saat ini sebanyak 117 warga Wonogiri berstatus orang dalam pemantauan (ODP) melakukan karantina mandiri di rumah. Kemudian 2 orang terkonfirmasi di mana satu diantaranya meninggal dunia dan 1 pasien positif lainnya adalah sopir bus jurusan Wonogiri-Bogor yang kini dirawat di RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini