Penyetopan Audisi Bulu Tangkis Bakal Hambat Suplai Atlet ke PBSI

Senin, 9 September 2019 18:37 Reporter : Abdul Aziz
Penyetopan Audisi Bulu Tangkis Bakal Hambat Suplai Atlet ke PBSI Susi Susanti. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Legenda bulu tangkis Indonesia, Susi Susanti menilai polemik antara PB Djarum Foundation dengan KPAI terkait audisi pencarian pemain bulu tangkis akan berdampak buruk pada regenerasi, pembinaan dan penjaringan bibit-bibit atlet di masa depan. Penyetopan audisi bakal menghambat suplai atlet ke PBSI.

"PBSI kan selama ini menerima atlet setengah jadi, juara nasional. Jadi memang betul-betul, polemik ini pastinya akan menghalangi penjaringan bibit yang tersebar di berbagai daerah," kata Susi Susanti di GOR Satria Purwokerto.

Susi Susanti menjelaskan butuh pemahaman bersama bahwa PB Djarum merupakan perkumpulan bulu tangkis. Menilik sejarah, komitmen mereka terhadap penjaringan dan pembinaan atlet bulutangkis sudah berjalan puluhan tahun. Audisi yang dilakukan PB Djarum bagian dari perhatian terhadap perkembangan bulutangkis di Indonesia.

"Bukan produk yang ada di sini. Ini yang perlu dipahami. Dana CSR sejak 50 tahun memberi suplai dan dukungan pada bulutangkis. Kalau audisi dihentikan, padahal kita cari satu bibit juara saja susahnya minta ampun. Siapa nanti yang bertanggung jawab pada regenerasi dan pembimbingan. Ini sangat disesalkan," kata Susi.

Susi juga menyatakan, bahwa ia juga lahir dari audisi. Ia berseloroh, berarti juga merupakan produk dari eksploitasi anak. "Saya berarti produk eksploitasi. Tapi ikut mengibarkan bendera merah putih dengan prestasi," ujarnya.

Perasaan menyayangkan polemik antara PB Djarum Foundation dengan KPAI terkait audisi pemain bulutangkis juga dikatakan oleh Luky, orang tua peserta audisi bulutangkis dari Slawi, Kabupaten Tegal.

Ia sedih, audisi dikabarkan akan berhenti pada tahun 2020 mendatang. Padahal, audisi ini jadi salah satu motivasi anak untuk berprestasi di bidang olahraga.

"Harusnya bakat anak bisa tersalurkan. Tahun depan sudah gak bisa ikut audisi lagi. Padahal audisi bisa mengembangkan bakat anak lebih baik," kata Luky.

Luky juga bercerita mengikuti audisi umum beasiswa bulutangkis oleh PB Djarum tak berbayar atau cuma-cuma. Padahal audisi-audisi lain yang bisa diikuti anaknya acapkali berbayar. Tak jarang, untuk mengikuti audisi di luar kota memang membutuhkan biaya tinggi.

"Anak saya ikut audisi ini karena kemauannya sendiri. Audisi ini kan besar, juga banyak melahirkan atlet-atlet nasional. Sedih kalau dihentikan," kata Luky.

Jangan Lewatkan:

Ikuti Polling Adakah Unsur Eksploitasi Anak dalam Audisi Bulutangkis PB Djarum? Klik disini [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini