Penyebab Udara di Pekanbaru Menguning, 40.000 Hektare Lahan Terbakar
Merdeka.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana bersama seluruh stakeholder terus berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi disejumlah wilayah Indonesia. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan, kebakaran semakin meluas karena minimnya curah hujan.
Dari data yang dimiliki BNPB, kebakaran menghanguskan ribuan hektare. Terbesar terjadi di Provinsi Riau mencapai 40 ribu hektare.
"Jumlah lahan gambut yang terbakar sangat besar. Dari data Januari hingga Agustus 2019, BNPB mencatat kebakaran pada lahan berhutan seluas 328.724 hektare. 27 persen di antaranya, atau 89.563 hektare di antaranya adalah lahan gambut. Lahan gambut yang terluas terbakarnya, itu ada di Riau. Mencapai 40 ribu hektare," katanya di Gedung BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Sabtu (14/9).
Dalam menanggulangi kebakaran yang luas, BNPB telah mengerahkan 42 unit helikopter untuk memadamkan api. Namun, hal itu belum dapat memadamkan kebakaran.
"Memadamkan lahan gambut bukan hal mudah. Sudah 42 unit helikopter kita sudah dikerahkan. Belum lagi dukungan dari unsur swasta dan dari TNI dan KLHK, mungkin ada 50 unit helikopter. Ternyata itu tak menjamin gambut yang terbakar bisa padam," katanya.
Bahkan kata Doni, kebakaran yang terjadi di Sumatera Selatan telah terjadi selama satu bulan lamanya.
"Pengakuan dari salah satu officer BNPB, sudah satu bulan, di satu tempat, hingga hari ini gambutnya belum padam. Jadi inilah sebuah pekerjaan besar bagi kita semua. Ketika terjadi kebakaran, memadamkannya sangat sulit," katanya.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya