Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penyandang disabilitas korban pelecehan seksual di Kupang didukung untuk lapor polisi

Penyandang disabilitas korban pelecehan seksual di Kupang didukung untuk lapor polisi Penyandang disabilitas diduga dilecahkan dua perempuan. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Setelah beredar video pelecehan dua remaja putri terhadap penyandang disabilitas di Kupang, Melkianus Djami, berbagai tanggapan dari berbagai pihak mulai bermunculan. Perkumpulan Tuna Daksa Kristiani (Persani) NTT misalnya, mereka menganggap yang dilakukan dua perempuan tersebut tidak etis dan tidak menghargai korban.

Ketua Persani NTT, Serafina Bete menilai, yang dilakukan kedua perempuan tersebut sama saja melecehkan para penyandang disabilitas. Seharusnya pribadi seperti Melkianus Djami harus dihormati, bukan sebaliknya dijadikan obyek candaan.

"Kami Persani kan organisasi penyandang disabilitas, jadi kami anggap ini pelecehan seksual serta juga pelecehan terhadap harkat dan martabat penyandang disabilitas itu sendiri. Kami kan sudah ada undang-undang terbaru nomor 8 tahun 2018, di mana secara hukum kan hak-hak harus dilindungi, tapi ternyata masih ada orang yang memandang sebelah mata," ucapnya saat dihubungi merdeka.com, Jumat (27/4).

Atas kejadian itu, Persani secara kelembagaan sangat menyesali perbuatan tidak senonoh itu. Walau tidak begitu paham tentang hukum, namun Persani akan tetap mendukung keluarga maupun organisasi lain, yang ingin memroses hukum kejadian ini.

"Kami sudah dibantu, kebetulan teman kami Melki ini masuk di forum disabilitas kelurahan Oebobo, dan forum itukan dampingan teman-teman Bengkel Apek, sehingga saat ini teman-teman Bengkel Apek, mereka melakukan pertemuan dengan semua lembaga pemerhati disabilitas, untuk menindaklanjuti kejadian ini," tambah Serafina.

Serafina berharap, kaum disabilitas bisa dihargai seperti orang normal lainnya. Karena selama ini, terlihat para penyandang disabilitas selalu dipandang sebelah mata dan dijadikan sebagai obyek candaan segelintir orang.

Sebelumnya diberitakan, dua remaja putri melakukan pelecehan seksual terhadap Melki yang berprofesi sebagai tukang parkir di sebuah rumah makan di Jalan El Tari Kupang.

Dalam video berdurasi 90 detik itu, nampak keduanya memaksa korban untuk foto bersama, lalu nekat meraba-raba kemaluan korban sambil tertawa. Setelah itu, salah satu remaja putri itu meraih tangan korban untuk meraba-raba kemaluannya.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP