Penyaluran BLT di Kebumen Diduga Jadi Sasaran Aji Mumpung Pemerintah Desa

Jumat, 23 September 2022 22:03 Reporter : Merdeka
Penyaluran BLT di Kebumen Diduga Jadi Sasaran Aji Mumpung Pemerintah Desa Penyaluran BLT BBM. ©2022 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Merdeka.com - Pemerintah Kabupaten Kebumen menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) subsidi bahan bakar minyak (BBM) kepada warga masyarakat secara bertahap. Menurut informasi yang dihimpun, bantuan yang dicairkan adalah sebesar Rp500 ribu yang terbagi atas Rp200 ribu untuk BLT sembako, dan Rp300 ribu BLT subsidi BBM.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 10 tahun 2022, seharusnya besaran bantuan yang diberikan adalah sebesar Rp600 ribu dalam satu kali tahap. Namun pada pelaksanaannya, BLT tersebut didistribusikan selama dua tahap yaitu pada bulan September dan November mendatang.

Menurut salah seorang warga penerima BLT, BL (45) mengaku dianjurkan oleh perangkat desa agar nominal BLT sebesar Rp200 ribu dibelanjakan sembako.

"Jadi tanggal 10 September kemarin itu dikasih bantuan Rp500 ribu, yang Rp300 ribu katanya buat bantuan harga bensin naik, terus yang Rp200 ribu itu buat bantuan beli bahan pokok," ungkap dia kepada merdeka.com, Kamis (22/9).

Beberapa pihak menduga pemerintah desa menjadikan kesempatan ini sebagai ladang untuk berbisnis. Mereka menyediakan berbagai macam kebutuhan pokok untuk dijualkan kepada warga yang baru saja mendapatkan BLT.

"Jadi pas saya dapat uangnya sejumlah Rp500 ribu, yang Rp200 ribu itu langsung disuruh buat belanja di Balai Desa, apa itu minyak, telur, gula, beras, pokoknya dianjurkan untuk belanja walau pun enggak semua. Katanya biar enggak disalahgunakan buat kebutuhan lain," lanjut BL.

Di desa lainnya, masyarakat penerima BLT diharuskan membelanjakan dana bantuan sembako itu kepada pemerintah desa. Mereka telah menyiapkan paket sembako seharga Rp150 ribu yang berisi beras, gula pasir dan minyak goreng.

Warga lainnya, Y (68) yang juga merupakan penerima BLT mengaku bantuan Rp500 ribu sebulan sangat tidak mencukupi kebutuhan hidup keluarganya, di tengah harga bahan-bahan yang semakin naik. Namun perempuan yang akrab disapa Idah itu tetap bersyukur karena masih mendapat perhatian dari pemerintah, utamanya bagi masyarakat yang kurang mampu seperti dirinya.

"Sebenarnya ya enggak cukup Rp500 ribu sebulan, wong sehari wae buat makan sekeluarga habis berapa, belum uang saku anak sekolah. Tapi ya enggak papa tetap disyukuri saja, Alhamdulillah masih diperhatikan sama pemerintah. Saya juga buat menutup kebutuhan rumah tangga sambil jualan Golak, tidak sepenuhnya mengandalkan bantuan pemerintah," tutur Y.

Reporter: Putri Oktafiana [cob]

Baca juga:
Penyaluran BLT BBM Rp300 Ribu di Duren Sawit
Cara Cek Penerima BSU Tahap 2, Ketahui Syarat dan Proses Mencairkannya
Blusukan ke Majalengka, Puan Diminta Warga Turunkan Harga Pupuk hingga BLT BBM
Kisah Hidup Suami Istri Tak Pernah Terjamah BLT, Sang Istri Berjuang Melawan Kanker
Kisah Nenek Meriyem Hidup Sebatang Kara, Digendong untuk Ambil BLT
Mensos: Silakan Lapor jika Ada Pemotongan BLT BBM kepada Aparat Hukum

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini