Penjelasan Rifa Jannah soal tuduhan tak berangkatkan jemaah

Senin, 3 September 2018 00:14 Reporter : Wisnoe Moerti
Penjelasan Rifa Jannah soal tuduhan tak berangkatkan jemaah Ibadah haji. AFP

Merdeka.com - Agen perjalanan umroh, PT Rifa Jannah Wisata dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, Rabu (29/8). Tuduhannya penipuan karena tak kunjung memberangkatkan para jemaah yang telah membayar lunas biaya umroh.

Pelapornya adalah salah satu jemaahnya yakni Indah Puspitasari Dia mendaftarkan untuk mengikuti perjalanan umrah pada Maret lalu dan sesuai jadwal, Indah diberangkatkan pada Juni. Dia juga meminta pengembalian atau refund uang umroh yang sudah dilunasi. Namun Indah mengaku sampai saat ini belum dicairkan.

Pemilik PT Rifa Jannah, Farahdiba Panigoro memberikan penjelasan atas tuduhan itu. Berikut poin klarifikasi yang disampaikan pihak Rifa Jannah melalui keterangan tertulis yang diterima merdeka.com, Minggu (3/9):

1. Jemaah atas nama Indah mengajukan refund pada tanggal 4 Juni 2018 atau dua minggu sebelum keberangkatannya. Sementara regulasi perusahaan adalah paling lambat 30 hari sebelum keberangkatan. Kami menyetujui pengajuan refund yang sudah melewati batas karena tidak ingin ada masalah dan perusahaan menanggung kerugian dari pembatalan ini.

2. Prosedur pengembalian refund di Travel PT Rifa Jannah adalah 30-90 hari kerja yang akan berakhir pada tanggal 28 Oktober 2018 (Hitungan tidak termasuk Hari Libur Nasional, Libur Lebaran 14 hari dan Libur Kantor)

3. Ada berbagai hal yang terjadi yang mengakibatkan kisruhnya proses pengembalian refund yaitu adanya Tindakan Persekusi dari Jamaah Refund yang dilakukan oleh jemaah refund ke kantor dan rumah pemilik Travel yang tentunya menyebabkan kekacauan dalam proses yang sedang berlangsung. Tidak semua jemaah sudah melengkapi proses pengumpulan berkas dan bukti transfer untuk pengembalian refund sesuai prosedur yang telah diinfokan dan kami telah menerbitkan kembali Surat Pemberitahuan Tertulis bahwa persyaratan pengajuan refund paling lambat diserahkan 31 Agustus 2018. Itupun masih hanya beberapa orang yang melengkapi sehingga yang akan kami proses lebih dulu adalah yang sudah melengkapi berkas. Ada beberapa orang yang memanfaatkan situasi ini kemudian mengaku sebagai jemaah yang sudah mendaftar dan meminta refund namun menyerahkan bukti transfer palsu yang setelah kami cek tidak ada dana dari rek tersebut dan setelah kami kroscek ke bank asal yang mentransfer namun pihak bank no rekening di struk dan ATM tujuan tidak terdaftar alias palsu.

4. Per Januari 2018 sampai dengan Mei 2018, Rifa Jannah sudah memberangkatkan lebih dari 2000 Jemaah dari seluruh Indonesia dan kami memiliki semua data lengkap jemaah yang sudah berangkat. Sementara yang dalam proses refund ini hanya beberapa puluh orang saja yang membatalkan perjalanan umrohnya. Jadi kami menjamin pengembalian refund mereka semua. [noe]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini