Penjelasan Ilmiah Fenomena Halocline di Selat Madura, Laut Seperti Terbelah

Kamis, 21 Maret 2019 05:04 Reporter : Moch. Andriansyah
Penjelasan Ilmiah Fenomena Halocline di Selat Madura, Laut Seperti Terbelah Fenomena Halocline. ©2019 Merdeka.com/Moch Andriansyah

Merdeka.com - Fenomena Halocline di Selat Madura menjadi bahan perbincangan di media sosial. Padahal kejadian alam di laut sekitar Jembatan Suramadu ini sudah sering terjadi. Namun tetap saja dianggap luar biasa. Sebab air laut terlihat seperti terbelah.

Peneliti dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak, Surabaya, Adi Hermanto menegaskan, peristiwa ini lazim terjadi. "Kami pantau memang itu (halocline) suatu hal yang wajar, alamiah. Fenomenanya tidak perlu dikhawatirkan," ucap Adi via sambungan selulernya.

Akibat peristiwa halocline ini, terjadi gradasi warna pada air laut. Sehingga laut tampak seperti terbelah.

"Itu terjadi karena adanya perbedaan densitas (massa jenis), salinitas (tingkat keasinan)," ungkapnya.

Adi menjelaskan, air laut seolah terbelah akibat pertemuan antara air yang kandungan garamnya lebih rendah dengan air yang kandungan garam lebih tinggi. "Namanya halocline begitu," sebut Adi.

Kemunculan halocline di Selat Madura karena ada pertemuan antara air laut dengan air tawar. "Itu memang kan daerah-daerah situ (Suramadu) ada muara sungai, Kalimas dan sungai-sungai kecil yang menyebabkan terjadinya perbedaan warna itu."

"Jadi air yang dari sungai itu, kandungan garamnya lebih sedikit dari pada air yang di laut, makanya terjadi pertemuan kayak gitu (halocline), jadi suatu hal yang wajar saja, alami," ungkap Adi.

Menurut Adi, peristiwa halocline kerap terjadi di sekitar muara. Bahkan setiap hari. "Jadi setiap hari ada itu! Kalau orang melewati Suramadu pasti melihat," ucapnya. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Fenomena Alam
  2. Surabaya
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini