Pengurus Tolak Lahan Islamic Centre Bekasi Dipakai Tol Becakayu
Merdeka.com - Yayasan yang mengelola Islamic Centre Kota Bekasi menolak pembangunan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) jika menggunakan lahan kawasan Islamic Centre yang ada di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Bekasi Selatan tersebut.
"Kami mendapatkan informasi adanya pembangunan tol Becakayu melintasi lahan Islamic Centre," kata Ketua Yayasan Nurul Islam, Paray Said, Kamis (28/2).
Informasi yang didapatkan pengurus yaitu adanya tiga pekerja mengaku dari PT. Waskita Karya (Persero) Tbk ke kawasan Islamic Centre pada Kamis pekan lalu. Adapun perusahaan ketiga pekerja itu yang menggarap Tol Becakayu melalui anak usahanya PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM).
"Mereka mengecek kontur tanah dengan cara mengebor, tapi tidak kami izinkan, sehingga mereka hanya memberi tanda silang menggunakan cat," ujar dia.
Menurut ada tiga titik yang diberi tanda. Tapi, karena tak bisa ngebor di dalam, mereka mengebor di luar kawasan Islamic Centre. Ia menduga, kegiatan pekerja dari PT. Waskita Karya (Persero) Tbk berkaitan dengan rencana pembangunan Tol Becakayu.
Karena itu, pihaknya menolak jika trase tol melintasi kawasan tersebut setelah adanya perubahan trase awal ke Duren Jaya.
"Penggunaan lahan Islamic Centre untuk tol bisa mengubah posisi lahan dan bangunan, apalagi kami sedang mengembangkan bangunan, salah satunya adalah Masjid," kata dia.
Sebagai solusi, kata dia, pihaknya menyarankan agar kontruksi tol berada di seberang Kali Suplesi Irigasi atau di belakang Kawasan Ruko Sun City, meluruskan kontruksi ke Jalan Hasibuan. Terakhir, kata dia, tol diakhiri di depan Grand Metropolitan.
"Kami meminta perhatian khusus dari Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, Guburnur Jawa Barat dan Wali Kota Bekasi untuk memahami penolakan kami," ujar dia.
Deputi Pimpinan Proyek Tol Becakayu dari PT. KKDM, Deden Suharyana mengatakan, sampai dengan akses keluar tol tidak menggunakan lahan yang kini berdiri Islamic Centre.
"Akhir trase ada di depan Bekasi Cyber Park ( untuk paket seksi 2A), kemudian untuk paket berikutnya, melintas di atas Jalan Ahmad Yani ke samping kantor PDAM-Ruko Sun City dan berbelok (ramp on/off) di depan Jalan Veteran," ujar dia.
Deden belum bisa memastikan adanya kegiatan dari pekerja yang mengaku dari PT. Waskita di area Islamic Centre. Deden mengaku hanya bertugas sampai dengan selesai seksi 2 A, sehingga tidak paham dengan adanya kegiatan pasca-seksi 2 A tersebut.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya