Pengungsi Gunung Agung dilatih membuat bokor, dupa dan kerajinan dari kerang

Jumat, 13 Oktober 2017 00:36 Reporter : Gede Nadi Jaya
Pengungsi Gunung Agung. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah di masing-masing kabupaten di Bali berupaya memberdayakan para pengungsi Gunung Agung, supaya warga memiliki keahlian yang dapat berguna setelah meninggalkan lokasi pengungsian.

Seperti yang dilakukan Dinas Koperasi UMKM Kota Denpasar. Ditemui di Posko Induk Kompyang Sujana dan Posko mandiri di Banjar Dualang Peguyangan, para pengungsi diajak membuat dupa dan bokor dari bahan kertas koran serta kerajinan dari bahan kerang.

Kepala Dinas Koperasi UMKM Kota Denpasar Made Erwin Suryadharma Sena mengatakan, pelatihan ini merupakan pemberdayaan bagi para pengungsi Gunung Agung yang ada di Denpasar.

Pihaknya mengaku bersinergi dengan para UKM Kota Denpasar, yang kali ini menggandeng empat UKM kerajinan Denpasar yang bergelut di bidang kerajinan dari bahan kerang, kerajinan mote dan membuat kerajinan bunga serta bokor dari bahan bekas daur ulang.

"Pelatihan ini bertujuan agar para pengungsi ini memiliki keterampilan, dan tidak jenuh karena seharian mereka cuma terdiam di tempat pengungsian tanpa melakukan apa-apa," kata Made Erwin kepada wartawan, Kamis (12/10).

Selain itu nantinya hasil kerajinan ini bisa dijual kembali oleh UKM, dan warga kawasan rawan bencana yang dilatih juga akan mendapatkan ongkos atas tenaga kerja mereka di dalam pelatihan.

Dia menjelaskan, bahwa jika para pengungsi yang serius menekuni keterampilan ini sesuai dengan pelatihan yang didapatkan dan diminati, nantinya para warga ini bisa dipekerjakan di tempat UKM.

"Kami Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar sudah bekerja sama dengan para UKM Denpasar. Seperti di pabrik pembuatan Dupa Ayurveda, mereka siap menampung para pekerja dari pengungsi di Denpasar untuk bekerja dengan dua sistem jadwal pagi dan sore. Agar para warga KRB ini juga memiliki penghasilan walaupun tidak banyak semasa di pengungsian," paparnya.

Salah satu pengungsi di Kompayang Sujana asal Desa Bebandem Karangasem, Ni Luh Sikiani mengaku senang bisa mendapatkan pelatihan kerajinan.

"Kami sangat senang bisa dapat pelatihan kerajinan seperti ini, di mana sebelumnya saya juga dapat pelatihan membuat tas dari bahan plastik kemasan bekas," jelasnya. [cob]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.