Pengikut Padepokan Dimas Kanjeng di Samarinda ada anggota Polri
Merdeka.com - Padepokan Dimas Kanjeng Majelis Taklim Daarul Ukhuwah di Samarinda, Kalimantan Timur, jadi perbincangan warga. Sejak berdiri 2011 lalu, Sultan Agung Sumaryono (44), pemimpin sekaligus pemilik padepokan cabang Samarinda, itu memiliki lebih kurang 200 orang. Bahkan salah seorang pengikut dikabarkan seorang personel Polri.
"Wah lebih, lebih dari segitu (200 orang). Memang banyak. Waktu pelantikan sebagai Sultan Agung saja, estimasi jumlah pengikut sampai 3.000 orang, meski memang yang datang tidak sampai 3.000 orang," kata Suyamto, tetangga padepokan Dimas Kanjeng, saat berbincang bersama merdeka.com, Rabu (5/10).
Di antara yang pernah diketahui Suyamto, diantara pengikut padepokan Dimas Kanjeng di depan rumahnya itu, adalah seorang anggota Polri. Suyamto juga tidak menyangka, pengikutnya di antaranya seorang polisi. "Kalau ada pejabat atau dari lainnya, saya kurang tahu persis," ujar Suyamto.
Ditanya lebih jauh, sepengetahuannya apakah para pengikut padepokan turut menyerahkan mahar kepada Sultan Agung Sumaryono? "Kalau soal mahar, saya kurang tahu karena saya memang tidak pernah berkomunikasi dengan pengikutnya. Pengikutnya kan bukan warga di sini, melainkan dari luar," sebutnya.
"Saya kalau lagi pengajian padepokan di malam Rabu, saya pasti keluar rumah dulu, karena memang pengeras suaranya bukan pengeras suara biasa. Setelah mau dekat selesai, baru saya pulang. Begitu setiap minggu," tambahnya.
Kendati demikian, Suyamto sendiri mengaku heran dengan video penggandaan uang yang pernah diperlihatkan dari salah seorang pengikut padepokan. Dia merasa hal itu di luar logikanya.
"Di video itu di handphone itu ada Dimas Kanjeng menghamburkan uang dari balik bajunya. Itu menurut saya sudah aneh. Saya lihat video itu, tidak percaya. Video itu sudah lama saya lihat," tambah Suyamto.
Beberapa tetangga lain, juga sempat melihat video berisi aksi Dimas Kanjeng menghambur-hamburkan uang di hadapan pengikutnya. Warga juga tidak percaya, begitu mudahnya Dimas Kanjeng mengeluarkan uang.
"Ya kita bilang bahwa yakin nanti akan terungkap. Tunggu saja, akhirnya terbukti kan," sebut Suyamto.
Bahkan Selasa (4/10) kemarin, seorang warga pengikut Dimas Kanjeng, melapor ke istri Suyamto, sebagai ketua RT 22. Warga itu mempertanyakan aktif tidaknya padepokan, lantaran Sultan Agung Sumaryono sendiri, tidak berada di padepokan pascapenangkapan Dimas Kanjeng.
"Jadi ada yang datang ke saya. Dia tanya ke saya, apakah padepokan masih beraktivitas atau tidak. Namanya yang datang ke saya, itu Novi. Uang kakaknya, sudah diserahkan ke padepokan Dimas Kanjeng," ungkap Suyamto.
"Setornya itu ke padepokan Dimas Kanjeng di, bukan ke padepokan di seberang rumah saya ini. Setorannya melalui transfer, beberapa kali melalui transfer. Saya bilang, kasih masukan, kalau merasa tertipu, silakan lapor ke kepolisian, supaya bisa segera ditindaklanjuti," terangnya. (mdk/ang)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya