Penghuni Rusunawa Penuh, Pemkot Solo Bangun Rumah Renteng

Selasa, 4 Desember 2018 23:15 Reporter : Arie Sunaryo
Penghuni Rusunawa Penuh, Pemkot Solo Bangun Rumah Renteng Tarif Rusun Karang Anyar Tetap Naik. ©Liputan6.com/Immanuel Antonius

Merdeka.com - Minat masyarakat Solo untuk tinggal di rumah susun sederhana sewa (rusunawa) sangat tinggi. Namun jumlah bangunan yang ada saat ini tak sebanding dengan jumlah calon penghuni. Sehingga masyarakat harus bersabar untuk menunggu jatah antrean.

Guna memenuhi kebutuhan tempat tinggal yang nyaman bagi warganya, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo akan membangun rumah. Menurut rencana, hunian berlantai 5 itu akan dibangun di Kelurahan Jagalan, Kecamatan Jebres.

Dari 5 lantai tersebut, lantai bawah akan digunakan untuk tempat parkir dan ruang publik. Sedangkan 4 lantai diatasnya akan difungsikan sebagai hunian.

"Pembangunan rumah renteng ini sebagai solusi untuk mengurangi antrean di rusunawa. Warga yang mengajukan izin tinggal di rusunawa sudah banyak," ujar Wali Kota FX Hadi Rudyatmo di rumah dinas Loji Gandrung, Selasa (4/12).

Rudy, sapaan akrab wali kota menuturkan, di Rusunawa Mangkubumen yang belum selesai dibangun saja sudah banyak warga yang antre. Saat ini pihaknya tengah mematangkan detail engineering design (DED). Ia menargetkan, pembangunan rumah renteng bisa dimulai tahun 2020.

Lebih lanjut Rudy menjelaskan, rumah renteng mempunyai ukuran kamar masing-masing 30 meter persegi. Untuk kamar mandi tidak dibangun di dalam ruangan, namun dibuatkan beberapa unit di tiap lantai.

"Dengan demikian masing-masing ruangan relatif lebih sehat dan tetap terawat," ujarnya.

Dia menambahkan, berbeda dengan rusunawa yang dilengkapi mebeler, di rumah renteng tidak disediakan fasilitas tersebut. Sama seperti rusunawa, Pemkot Solo juga membatasi aturan pemakaian. Sehingga penghuni tidak bisa selamanya tinggal di rumah renteng.

Kabid Perumahan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperum KPP) Saryanto menjelaskan, rumah renteng akan dibangun di tanah milik Pemkot Solo seluas 1.500 meter persegi. Total kamar yang disediakan berjumlah 51 unit, di mana masing-masing kamar juga dilengkapi air bersih dan listrik 900 watt.

"Prediksi awal, anggarannya sekitar Rp 5 miliar. Pembangunannya membutuhkan waktu minimal 6 bulan," pungkasnya. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini