Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pengemudi ojek online ngaku lihat Lion Air berasap, kepala menukik

Pengemudi ojek online ngaku lihat Lion Air berasap, kepala menukik ojek online lihat lion air berasap. ©2018 Merdeka.com/genantan

Merdeka.com - Seorang pengemudi ojek online, Anastasia Lorinda Dorkas Mengko mengaku melihat detik-detik pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 mengeluarkan asap hitam. Kejadian itu dilihat Tasya, sapaan akrabnya, di kediamannya kawasan Karawaci, Tangerang.

Tasya mengatakan, kondisi pesawat terlihat berlubang di sebelah kanan dan berasap tepat di dekat roda.

Awalnya, sang anak yang berada di luar rumah melihat pesawat berlogo Lion Air tersebut, dan langsung melapor kepadanya saat ingin bekerja. Dia penasaran dan menyaksikan bahwa pesawat terbang dengan posisi miring ke kiri.

"Jadi saya keluar, saya lihat sendiri itu posisi pesawat miring ke kiri, yakin sekali karena di sini ada tulisan Lion, itu terbang ke atas dengan kepala menukik ke atas," kata Tasya yang sengaja datang ke posko JICT II, untuk melaporkan kesaksiannya ke KNKT, Kamis (1/11).

"Setelah lewat, saya lihat bodi bawah itu ada asap antara roda itu yang saya lihat sebelah kanan. Tidak ada roda keluar melainkan ada lubangnya, enggak ada rodanya," kata dia lagi.

Dia menyaksikan pesawat itu pukul 6.25 WIB pagi. Dia mengaku juga mendengar suara pesawat itu tidak bising, namun agak sedikit cempreng.

"Saya yakin 100 persen (melihat)," tambahnya.

Dia melanjutkan, setelah pesawat itu lewat dia pikir akan terbang normal. Akhirnya dia tak mengindahkan dan langsung beraktivitas seperti biasa.

"Saya enggak tahu ada kecelakaan atau apa. Pas saya pulang sekitar setengah 12, saya nyalakan TV saya lihat ini pesawat yang saya lihat tadi," katanya.

"Saya sebagai manusia biasa saya diam saja saya ikhlas. Tapi sampai kemarin saya seakan akan enggak bisa tidur, saya merasa bersalah coba lihat bisa ngomong bisa apa seperti itu," sambung Tasya.

Dia menuturkan, pesawat tersebut keluar dari jalur yang semestinya dilewati. Sebab menurutnya, jalur lintas pesawat yang dia cermati di televisi tidak lewat atas rumahnya.

"Kebetulan saya juga mengerti radar GPS itu, karena suami saya pelaut. Kalau saya lihat itu lokasi rumah saya dengan radar itu beda. Titik saya di sini, itu tidak lewat lintasan pesawat," terangnya.

"Kalau ada yang mau ke rumah saya lihat posisi saya di situ. Bisa lihat posisinya sesuai atau tidak. Karena kalau dilihat di zoom itu tidak lewat rumah saya," tambah dia.

Cerita Tasya di posko Basarnas ini disaksikan langsung oleh dua investigator Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Mardjono dan Sigit.

Di kesempatan sama, Mardjono mengatakan, rumah Anastasia berada di sisi barat daya Cengkareng. Tim pun harus memastikan ke rumahnya supaya informasinya akurat dan kesaksiannya tak asal ditindaklanjuti.

"Buat aktualnya mungkin harus ke daerah rumah itu," kata Sigit langsung menimpali.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP