Pengelolaan Sampah Tahun Baru Jakarta Selatan: Sudin LH Angkut 14,5 Ton untuk Daur Ulang

Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan berhasil mengangkut 14,5 ton sampah sisa perayaan Tahun Baru 2026, dengan fokus pada pengelolaan sampah berkelanjutan dan daur ulang untuk mengurangi beban TPA Bantargebang.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pengelolaan Sampah Tahun Baru Jakarta Selatan: Sudin LH Angkut 14,5 Ton untuk Daur Ulang
Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan berhasil mengangkut 14,5 ton sampah usai perayaan Tahun Baru 2026. Upaya pengelolaan sampah ini fokus pada pemilahan dan daur ulang untuk mengurangi beban TPA, serta menekankan pentingnya Pengelolaan Sampah Tahu (AntaraNews)

Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Selatan berhasil mengumpulkan sekitar 14,5 ton sampah setelah perayaan Tahun Baru 2026. Sampah ini akan dipilah dan didaur ulang sebagai bagian dari upaya pengelolaan lingkungan yang komprehensif. Kegiatan ini melibatkan pengerahan ratusan personel dan berbagai armada kebersihan di seluruh wilayah Jakarta Selatan untuk menjaga kebersihan kota.

Pengangkutan sampah yang didominasi jenis anorganik ini dilakukan pada dini hari tanggal 2 Januari, menyasar berbagai titik keramaian. Langkah ini diambil untuk memastikan kebersihan kota tetap terjaga pasca-perayaan. Fokus utama adalah pada pemilahan sampah untuk memaksimalkan nilai guna dan mengurangi volume yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Kepala Sudin LH Jakarta Selatan, Dedy Setiono, menjelaskan bahwa proses pemilahan akan memisahkan sampah bernilai ekonomis untuk bank sampah atau pelapak. Sementara itu, sampah organik akan diolah menjadi kompos atau magot, menunjukkan komitmen terhadap pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab. Inisiatif ini juga bertujuan untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Selatan mencatat volume sampah pasca-perayaan Tahun Baru 2026 mencapai estimasi 14,5 ton. Mayoritas sampah yang terkumpul adalah jenis anorganik, seperti botol bekas air mineral dan boks makanan, yang memiliki potensi daur ulang tinggi. Proses pengangkutan ini merupakan bagian integral dari strategi pengelolaan sampah di Ibu Kota.

"Estimasi sampah tahun baru sekitar 14,5 ton," kata Kepala Sudin LH Jakarta Selatan Dedy Setiono. Setelah dikumpulkan, sampah-sampah ini tidak langsung dibuang, melainkan melalui tahap pemilahan. Pemilahan ini krusial untuk memisahkan material yang masih memiliki nilai ekonomis dan dapat didaur ulang.

Sampah anorganik yang masih bernilai akan dipilah oleh petugas dan selanjutnya dijual ke pelapak atau bank sampah. Pendekatan ini tidak hanya mengurangi volume sampah tetapi juga mendukung ekonomi sirkular. Sementara itu, sampah organik akan dimanfaatkan untuk proses kompos dan magot, mengubah limbah menjadi sumber daya yang berguna.

Sisa residu dari sampah yang tidak dapat didaur ulang atau diolah akan dikumpulkan di Tempat Penampungan Sementara (TPS). Selanjutnya, residu tersebut akan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantargebang. Dengan adanya pemilahan, diharapkan beban TPA Bantargebang dapat berkurang secara signifikan.

Untuk mendukung operasi pembersihan setelah perayaan Tahun Baru, Sudin LH Jakarta Selatan mengerahkan sebanyak 225 personel. Para petugas ini bertugas mulai pukul 22.00 hingga 04.00 WIB, memastikan area publik segera bersih dari tumpukan sampah. Pengerahan ini menunjukkan kesigapan pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan kota.

Personel kebersihan disebar di berbagai titik keramaian warga yang menjadi pusat perayaan. Lokasi-lokasi tersebut meliputi FX Sudirman, kawasan SCBD, serta lokasi perayaan terpusat di Jakarta Selatan, yaitu Taman Literasi, Kebayoran Baru. Penempatan strategis ini bertujuan untuk memaksimalkan efektivitas pengumpulan sampah.

Selain personel, sejumlah armada kebersihan juga disiagakan untuk mendukung proses pengangkutan. Armada tersebut mencakup enam truk pengangkut sampah anorganik, lima unit mini dump truck atau mobil lintas, dan 12 unit mobil penyapu jalan (road sweeper). Ketersediaan armada yang memadai sangat penting untuk mengangkut volume sampah yang besar secara efisien.

Lebih lanjut, empat unit bus toilet yang dilengkapi dengan mobil tangki air bersih dan air kotor turut disediakan untuk kebutuhan warga selama perayaan. Fasilitas pendukung ini menunjukkan perhatian terhadap kenyamanan dan kebersihan publik.

Sudin LH Jakarta Selatan secara konsisten mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing. Kesadaran dan partisipasi aktif dari warga merupakan kunci utama dalam pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan. Tanpa dukungan masyarakat, upaya pemerintah akan kurang maksimal.

"Karena kunci pengelolaan sampah berawal dari sumber penghasil sampah, dalam hal ini adalah masyarakat," ucap Dedy Setiono. Pernyataan ini menekankan bahwa tanggung jawab pengelolaan sampah tidak hanya berada di tangan pemerintah, tetapi juga pada setiap individu. Edukasi mengenai pentingnya memilah sampah menjadi krusial.

Masyarakat diharapkan dapat konsisten dalam mengurangi produksi sampah serta memilah sampah yang dihasilkannya. Imbauan ini sejalan dengan Peraturan Gubernur Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Sampah Lingkup Rukun Warga. Regulasi ini memberikan landasan hukum bagi partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah di tingkat komunitas.

Dengan adanya partisipasi aktif dari masyarakat, diharapkan beban TPA Bantargebang sebagai tempat pemrosesan akhir dapat berkurang. Pengurangan volume sampah yang masuk ke TPA akan memperpanjang usia operasionalnya dan mengurangi dampak lingkungan negatif. Ini adalah langkah penting menuju Jakarta yang lebih bersih dan lestari.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi