Penganan Warga Garut Saat Ngopi, Mulai Kue Balok, Pisang hingga Burayot

Minggu, 28 Juli 2019 05:03 Reporter : Mochammad Iqbal
Penganan Warga Garut Saat Ngopi, Mulai Kue Balok, Pisang hingga Burayot kopi garut. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Dalam setiap tradisi, minuman kopi biasanya disajikan dengan penganan-penganan pendamping. Di Eropa dan Amerika contohnya, secangkir kopi biasa dinikmati dengan kue karamel, croissant, cake, doughnut, atau penganan manis lainnya.

Warga Kabupaten Garut pun memiliki tradisi dalam menikmati kopi. Jenis-jenis penganan yang dinikmati bersama secangkir atau segelas kopi biasanya merupakan penganan yang populer di setiap daerahnya.

Di Kecamatan Kadungora, di Kedai Maranti, segelas kopi hitam atau kopi susu dinikmati dengan kue balok. Kue khas Kadungora ini memiliki rasa yang tidak terlalu manis.

Rasa kue balok ini diseimbangkan oleh rasa asin dan gurih dari mentega. Warga Kadungora dan Leles biasanya menikmati kopi dan kue baloknya di kedai ini pada pagi dan malam hari.

Di Kecamatan Tarogongkidul penikmat kopi minum bersama burayot, yakni kue karamel khas Garut. Burayot sendiri menjadi penganan manis favorit warga perkotaan Garut dan Leles.

"Rasa burayot yang sangat legit dan manis cocok menjadi pendamping kopi hitam yang cukup pahit. Penganan ini pun membuat penikmatnya lebih kenyang saat minum kopi," kata Jajang, salah satu Cheff di Garut.

Tidak hanya burayot, warga Garut memiliki penganan karamel favorit lainnya, yakni cimplung. Penganan gorengan ini merupakan olahan tepung tapioka dengan irisan daging kelapa dan berbalut karamel gula merah.

Rasa cimplung yang sangat manis dan gurih menjadikannya cocok disajikan bersama kopi hitam. Rasa kopi hitam yang pahit dan kuat dilembutkan dengan rasa manis dan gurih dari cimplung. Bersama segelas kopi, dua cimplung dibanderol Rp 5 ribu di kawasan Garut Kota.

Di belahan lainnya, kawasan selatan Kabupaten Garut memiliki komoditas utama di bidang pertanian, yakni pisang. Maka tidak salah jika warga selatan Garut ini sangat menyenangi penganan pisang goreng.

Tampaknya tidak hanya warga selatan Garut, warga perkotaan dan utara Garut pun nampaknya gemar menjadikan pisang goreng sebagai pendamping minuman kopi saat pagi atau sore hari. Menu ini biasa disajikan di warung-warung gorengan.

Di sebuah warung di Desa Mekarsari di Kecamatan Cibalong contohnya, segelas kopi disajikan dengan dua pisang goreng. Hidangan ini dihargai sebesar Rp 3 ribu.

Indonesia memiliki kekayaan kuliner yang melimpah. Hal ini ditambah oleh hasil kreasi kuliner yang dibawa bangsa pendatang. Maka tidak salah jika setiap daerah, kecamatan, atau bahkan desa, memiliki penganan pendamping kopi favorit yang masing-masing. [eko]

Topik berita Terkait:
  1. Kopi
  2. Kuliner Indonesia
  3. Garut
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini