Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pengamat siber: Di dunia maya banyak orang tua berperilaku anak-anak

Pengamat siber: Di dunia maya banyak orang tua berperilaku anak-anak Hacker. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Manusia umumnya menyederhanakan kehidupan di dunia maya ketimbang dunia nyata. Demikian diungkap Pengamat kejahatan siber Gildas Lumy.

"Di dunia nyata kita pakai baju, tapi kalau di dunia maya orang telanjang bulat," ujar Gildas saat diskusi di Kantor DPP PSI, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (3/4).

Gildas menjelaskan bahwa di dunia maya, manusia sering melonggarkan proteksi terhadap dirinya sendiri yang berkaitan dengan data. Manusia mudah membeberkan data diri di dunia maya apabila diminta oleh penyedia jasa aplikasi sosial media. Gildas pun memberikan istilah 'telanjang' atas perilaku manusia tersebut.

Padahal, Gildas menilai seharusnya manusia melakukan perlindungan yang sama seperti yang mereka lakukan di dunia nyata.

Selain mudah memberikan data pribadi, Gildas menyebut bahwa di dunia maya anak terlahir lebih dulu daripada orang tua. Umumnya, anak mengenal penggunaan internet terutama sosial media lebih awal daripada orang tua.

Barulah orang tua mengerti tentang seluk beluk internet setelah mendapat pemahaman dari si anak.

"Jadi tidak heran banyak sekali orang tua yang perilakunya di dunia maya seperti anak-anak," kata Gildas.

Gildas pun meminta pengguna internet memiliki kesadaran lebih tinggi dalam melindungi data diri mereka di dunia maya. Pengguna harus bisa membedakan mana informasi yang bisa dibagikan di dunia tanpa batas itu dan mana yang tidak.

"Kalau kita tidak menghargai informasi milik kita, substansinya kita tidak menghargai diri kita," ucap Gildas.

Berkaitan dengan skandal facebook yang menggunakan data penggunanya dalam pemilu AS yang memenangkan Donald Trump, Gildas meminta agar pemilik akun selalu sadar akan kemungkinan terburuk penyebaran informasi diri di dunia maya. Apalagi Facebook merupakan perusahaan yang memang model bisnisnya dengan "menjual" data penggunanya.

"Semua informasi yang diserahkan ke Facebook, terserah mau Facebook apakan. Itu memang bussiness model Facebook sebenarnya yaitu menjual data pengguna. Misleading kalau kita bilang Facebook diretas," papar Gildas.

Reporter: Anendya NiervanaSumber : Liputan6.com

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP