Pengamat CSIS Pesimis Jokowi Bisa Pindahkan Ibu Kota ke Kaltim

Kamis, 29 Agustus 2019 17:23 Reporter : Merdeka
Pengamat CSIS Pesimis Jokowi Bisa Pindahkan Ibu Kota ke Kaltim Maket Ibu Kota Baru. ©2019 dok. Kemen PUPR

Merdeka.com - Pengamat politik Centre Strategic International Studies (CSIS) Arya Fernandez pesimis dengan rencana Presiden Jokowi memindahkan ibu kota negara. Di mana rencananya ibu kota akan dipindah ke Penajam Paser Utara dan Kutai Kertanegara.

Arya mengungkapkan, rencana pemindahan ibu kota tersebut akan tertahan di DPR. Sebab, dia meyakini, pengesahan rancangan beleid di tangan Parlemen akan berjalan alot.

"Saya melihat cukup rumit, peta politik di DPR tentu tak mudah bagi pemerintah memuluskan perubahan rancangan Undang-Undang tersebut, mungkin soal konsekuensi hukum pemindahan itu yang membuat banyaknya perubahan," katanya di Kantor CSIS, Jakarta Pusat, Kamis (29/8).

Dia menduga, rencana Jokowi ini akan cukup sulit untuk bisa diselesaikan. Namun bukan tidak mungkin, pemindahan ibu kota dapat berjalan mulus bila pemerintah mampu berbicara dengan partai-partai di Senayan.

"Jadi paling pertama didekati presiden adalah partai pendukung, jelaskan sikap presiden dan posisi presiden dan rencana pemindahan ibu kota ini," ujarnya.

Diketahui secara resmi, Presiden Jokowi telah mengumumkan pernyataan terkait rencana pemindahan ibu kota dari Provinsi DKI Jakarta ke Provinsi Kalimantan Timur.

Dia menilai hal ini dilakukan karena urgensi beragam faktor, mulai dari sosial, budaya, dan ekonomi yang bebannya dirasa tak lagi mampu dipikul oleh Jakarta dengan tata ruang yang semakin padat.

Reporter: M Radityo
Sumber: Liputan6.com [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini