Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pengakuan anak kost penghuni rumah pasutri yang ditemukan tewas di Banyumas

Pengakuan anak kost penghuni rumah pasutri yang ditemukan tewas di Banyumas Rumah di Benhil milik pasutri tewas di Purbalingga. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Mayat sepasang suami istri ditemukan mengambang di Sungai Klawing, Desa Plumbungan, Kecamatan Bobotsari, Purbalingga, Senin (11/9). Korban diketahui bernama Husni Zarkasih (57 tahun) dan Zakiyah (52 tahun). Keduanya warga Jalan Pengairan No. 21 RT 11 RW 6, Kelurahan Bendungan Hilir, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Rumah di Benhil milik pasutri tersebut berlantai dua. Bagian lantai atas digunakan untuk indekos. Ada empat orang yang indekos di rumah tersebut. Salah satunya Vika (22). Dari pengakuannya, malam hari sebelum penemuan mayat, dia mendengar suara gaduh dan teriakan Husni. Dia mengaku ketakutan.

"Semalem tuh sekitar abis isya saya dengar ada suara teriakan dari bapak (Husni) sama suara besi jatuh. Saya langsung kunci pintu kamar trus matiin lampu. Habis itu diam di kamar," ujar Vika.

Dia takut ada pencurian di rumah itu. Vika tidak berani melihat langsung ke lantai bawah. Sesaat setelah keributan dia mendengar suara mobil keluar dari garasi rumah.

Vika merasa ada yang janggal malam itu. Dia menceritakan, sekitar pukul 22.00 WIB, dia turun ke lantai bawah untuk menjemput rekannya. Kondisi di lantai bawah gelap gulita, lampu dimatikan.

"Enggak kayak biasanya. Biasanya kan dinyalain satu, ya udah abis itu saya nyalain satu dan saya kunci lagi pintu bagasinya," jelasnya.

Keesokan harinya dia kaget ketika pihak kepolisian datang dan memberi tahu bahwa pemilik kos ditemukan tewas di Banyumas. Polisi datang untuk proses penyelidikan di rumah korban.

Mendengar itu, para penghuni kos langsung mengemasi barang dan pindah ke tempat lain. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP