Pemprov Sumsel Cairkan Insentif Penanganan Covid-19 Rp5,2 Miliar untuk 500-an Nakes

Selasa, 20 Juli 2021 04:00 Reporter : Irwanto
Pemprov Sumsel Cairkan Insentif Penanganan Covid-19 Rp5,2 Miliar untuk 500-an Nakes Tenaga kesehatan yang menangani pasien Covid-19 tengah beristirahat. ©ANTARA/Adeng Bustomi

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menyatakan mencairkan dana insentif bagi 500-an tenaga kesehatan yang mengurus pasien Covid-19 pada Senin (19/7). Anggaran yang dicairkan sebesar Rp5,2 miliar.

Sekretaris Dinas Kesehatan Sumsel Trisnawarman mengungkapkan, dana insentif itu dibayarkan untuk jasa tenaga kesehatan selama Januari-Juni 2021. Para penerima insentif bekerja di RSUD Siti Fatimah, RSUD Bari Palembang, Rumah Sehat Wisma Atlet Jakabaring, dan sejumlah rumah sakit lain di Sumsel.

"Sore ini (hari ini) akan cair dan langsung ditransfer ke semua tenaga medis," ungkap Trisnawarman, Senin (19/7).

Nominal bantuan tenaga medis yang diberikan per bulan berbeda-beda. Dokter spesialis menerima sekitar Rp15 juta, dokter umum Rp10 juta, perawat Rp7,5 juta, dan tenaga kesehatan lainnya sebesar Rp5 juta.

Sementara itu, untuk periode Juli-Desember 2021 sudah disiapkan sebesar Rp51 miliar yang juga dialokasikan bagi vaksinator.

"Intensif ini memang terlambat diberikan karena masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat, kami hati-hati agar tidak terjadi kesalahan dalam penyalurannya," kata dia.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, insentif ini sebagai bentuk perhatian bagi tenaga kesehatan yang berkontribusi dalam menangani pasien Covid-19. Dengan pencairan insentif ini, mereka diharapkan dapat bekerja lebih optimal.

"Kita berikan perhatian kepada tenaga medis sebagai garda terdepan dalam menangani Covid-19," ujarnya.

Deru juga mengimbau kepala daerah di Sumsel untuk segera refocusing anggaran penanggulangan pandemi. Tak hanya insentif bagi tenaga kesehatan, refocusing anggaran juga ditujukan pada bantuan sosial bagi warga terdampak pandemi dan Perberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

"Kegiatan yang tidak penting ditunda dulu, kita siapkan tambahan bansos di luar pasokan bansos reguler. Silakan untuk melakukan refokusing anggaran untuk insentif nakes dan bansos," kata dia. [yan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini