Pemprov Kaltim Tambah 350 Tempat Tidur Isolasi Terpusat di Samarinda
Merdeka.com - Pemprov Kaltim segera menambah kapasitas tempat tidur perawatan pasien isolasi mandiri di tiga lokasi isolasi terpusat (isoter) baru di Samarinda. Tujuannya untuk memudahkan pengawasan pasien isoman.
Ketiga lokasi isoter baru di Samarinda itu adalah asrama atlet di kompleks GOR Sempaja dan bangunan praktik perhotelan di SMKN 3 di Jalan KH Wahid Hasyim, serta Wisma Guru di Samarinda Seberang.
Asrama atlet sendiri sebelumnya digunakan oleh atlet peserta Pekan Olahraga Nasional (PON) Tahun 2008 lalu di Kalimantan Timur. Kapasitasnya sekitar 350 tempat tidur.
Keputusan itu diambil Pemprov Kaltim, sebagai tindak lanjut pertemuan sekaligus rapat koordinasi bersama Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito yang juga Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Nasional di Balikpapan, Rabu (4/8) lalu.
“Ya, dalam pertemuan itu BNPB memerintahkan agar Pemda menyiapkan tempat isoter. Kita coba inventarisir lokasi paling memungkinkan,” kata Asisten Pemerintahan & Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Provinsi Kalimantan Timur Jauhar Effendi, ditemui merdeka.com di Samarinda, Selasa (9/8).
Namun demikian, Jauhar menyampaikan, Pemprov Kaltim sejatinya sudah menyiapkan tempat isoter di kantor BPSDM Kaltim Jalan HAM Rifaddin dan Bapelkes di Samarinda. Sementara di Balikpapan adalah Asrama Haji Batakan. “Sekarang sedang proses persiapan. Kalau nanti digunakan (tiga tempat isoter baru), dipilah, untuk gejala ringan di asrama atlet. Lainnya, di lokasi lain,” ujar Jauhar.
“Tempat isoter itu tidak harus besar. Tapi beberapa (penanganan perawatan pasien) bisa dipusatkan, supaya tidak menyebar kemana-mana. Iya, supaya memudahkan kontrol. Nanti itu yang diputuskan oleh tim (untuk penetapan lokasi isoter baru),” tambah Jauhar.
Penambahan tempat isoter baru, tentu berimbas pada penambahan tenaga medis. Mulai dari Paramedis hingga tenaga dokter. Kendati demikian, Jauhar menggarisbawahi rencana tiga tempat isoter baru itu.
“Penanganan penting ini yang penting di hulunya. Jaga protokol kesehatan (Prokes) itu penting. Seberapa pun disiapkan untuk kapasitas rumah sakit misalnya, tidak akan mampu menampung kalau tidak patuh menjaga prokes. Itu paling utama,” tutup Jauhar.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya