Pemprov Jabar Minta Sektor Pariwisata Tingkat Waspada Cegah Sebaran Corona

Rabu, 29 Januari 2020 11:21 Reporter : Aksara Bebey
Pemprov Jabar Minta Sektor Pariwisata Tingkat Waspada Cegah Sebaran Corona Penanganan pasien virus corona di Wuhan. ©THE CENTRAL HOSPITAL OF WUHAN VIA WEIBO/Handout via REUTERS

Merdeka.com - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat meminta pelaku yang terlibat dalam industri pariwisata meningkatkan kewaspadaan terkait virus corona. Hal ini merupakan bagian dari antisipasi dan mitigasi penyebaran penyakit yang berasal dari Kota Wuhan, China.

Kepala Disparbud Jabar, Dedi Taufik, menyatakan sudah mengirimkan surat imbauan tersebut kepada para pelaku industri pariwisata dan dinas pariwisata yang ada di 27 Kabupaten Kota di Jawa Barat.

Salah satu poinnya adalah meningkatkan pengawasan kepada wisatawan dari negara yang sudah terindikasi ada penyebaran virus corona. Koordinasi dengan dinas kesehatan di masing-masing daerah sangat penting dalam melakukan pertolongan pertama jika menemukan suspect yang terpapar virus tersebut.

"Koordinasi antara pelaku industri pariwisata dengan dinas kesehatan harus ditingkatkan untuk mencegah penyebaran virus. Tentu ini berkaitan dengan kedatangan wisatawan mancanegara maupun lokal," ucap dia, Rabu (29/1).

"Harus ada area atau ruang khusus untuk wisatawan yang diduga terpapar virus. Termasuk ruang isolasi sementara," kata dia melanjutkan.

Selain itu, masyarakat yang bekerja termasuk petugas di kawasan pariwisata yang pada diminta untuk menggunakan alat perlindungan diri, seperti masker sebagai antisipasi penularan penyakit.

"Surat ini sudah disampaikan kepada seluruh dinas terkait dan pengelola destinasi wisata di Jawa Barat," terang dia.

1 dari 1 halaman

Lebih lanjut, Dedi Taufik menyatakan bahwa hal ini merupakan implementasi dari Manajemen Krisis Kepariwisataan (MKK). Apalagi, industri pariwisata merupakan salah satu andalan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mendongkrak pendapatan negara, devisa, dan lapangan kerja.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) di 2019 menyebutkan, selama periode 2014-2018 rata-rata laju pertumbuhan kunjungan wisatawan ke Jabar adalah 7,90 persen per tahun. Pada 2018, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Jabar mencapai 65,90 juta orang, terdiri dari 63,30 juta wisatawan domestik dan 2,60 juta wisatawan mancanegara.

Untuk menjaga tren tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah meluncurkan West Java Calendar of Event (CoE) and Festival 2020. Dalam program tersebut, ada 167 event yang disiapkan, terdiri dari 107 event kebudayaan, enam event musik, 23 event olahraga, lima event fashion, 10 event kuliner, serta 17 event ekshibisi.

"Saya optimistis calendar event ini tidak terganggu dengan hal ini (isu virus corona). Semua menyadari industri pariwisata penting, para pelaku yang terlibat di industri ini pun pasti akan melakukan antisipasi dalam menjaga capaian yang baik pada tahun lalu," pungkasnya. [lia]

Baca juga:
Diminta Cabut Bebas Visa WN China, Yasonna Pikirkan Hubungan Diplomatik
Wabah Virus Corona Tumbangkan Ekonomi Dunia
Mahfud Sebut Pemerintah Belum Pikirkan Evakuasi WNI di Wuhan
Kabar RSUP Sardjito Yogya Rawat Pasien Corona Hoaks
Cegah Virus Corona, Kru Thai Airways Disinfektan Kabin Pesawat
Korban Terus Bertambah, Dunia Berpacu dengan Waktu Temukan Vaksin untuk Virus Corona

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini